Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Masih Masa PSBB, Masjid Al Munawar Jaksel Gelar Shalat Jumat

Jumat 29 May 2020 15:29 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas menyemprotkan disinfektan saat peluncuran Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta, Jumat (13/3).

Petugas menyemprotkan disinfektan saat peluncuran Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta, Jumat (13/3).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Shalat Jumat digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Jami' Al Munawar di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) melaksanakan Shalat Jumat, Jumat (29/5). Di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), shalat Jumat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Setiap jamaah yang hadir diwajibkan memakai masker dan masjid juga menempel poster berisi imbauan wajib menggunakan masker untuk melaksanakan shalat. Selain itu, jamaah juga membawa sajadah masing-masing, masjid tidak lagi membentangkan karpet di lantai.

Masjid juga membatasi jarak fisik antarjamaah sekitar satu meter, setiap lantai diberi tanda menggunakan plester warna hitam sebagai penanda tempat jemaah berdiri. Shalat Jumat berjemaah tersebut dilaksanakan dua rakaat, diawali dengan khutbah yang sampaikan oleh khatib.

Abdul Fatah Arifin (38) salah satu jamaah masjid yang ditemui usai shalat merasa lega bisa kembali melaksanakan Shalat Jumat, setelah anjuran meniadakan shalat itu akibat pandemi COVID-19. Menurut dia, tidak banyak masjid melaksanakan Shalat Jumat, sehingga dia harus berangkat dari Thamrin untuk bisa melaksanakan shalat di Pancoran.

"Alhamdulillah, tadi jamaah agak ramai dan semua mengikuti prosedur protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan tidak bersalaman," kata Fatah.

Fatah berharap, masjid-masjid kembali dibuka setelah pemerintah menerapkan kebijakan pelonggaran PSBB memasuki era normal baru. Karyawan BUMN itu menyakini Covid-19 merupakan musibah dari Allah SWT untuk menegur manusia atas kelalaiannya dan bertaubat serta kembali mendekat kepada Allah.

"Harusnya selama pandemi ini kita lebih dekat kepada Allah dengan beribadah, termasuk shalat di masjid, bukan malah menjauhkan diri dari masjid," ujar Fatah.

Baca Juga

photo
Petugas menyemprotkan disinfektan saat peluncuran Gerakan Semprot Disinfektan 10.000 Masjid di Masjid Al Munawar, Pancoran, Jakarta, Jumat (13/3). - (Republika/Putra M. Akbar)



Jamaah lainnya, Muhammad (65) mengaku tidak khawatir melaksanakan shalat berjemaah di masjid saat pandemi berlangsung, selama masjid dan dirinya menerapkan protokol kesehatan.

"Yang penting di masjid menerapkan protokol kesehatan itu sudah aman," kata Muhammad.

Sementara itu, pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami' Al Munawar enggan memberikan keterangan saat ditanyakan soal pelaksanaan Shalat Jumat ini.

Namun, menurut salah seorang takmir masjid, bahwa shalat dilaksanakan seusai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pihak masjid melaksanakan shalat juga atas permintaan umat yang ingin Shalat Jumat diadakan kembali.

Di tempat terpisah Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta Ma'mun Alayubi mengatakan pembukaan masjid untuk beribadah mengikuti aturan dari pemerintah pusat dan provinsi.

"Kita masih mengikuti PSBB sampai dengan 4 juni. Selanjutnya kita menunggu keputusan pak gubernur," kata Ma'mun.

photo
Infografis Daftar Daerah yang akan Terapkan New Normal - (Infografis Republika.co.id)

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA