Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Manfaat Karbohidrat untuk Tubuh

Jumat 29 May 2020 11:47 WIB

Red: Muhammad Hafil

Manfaat Karbohidrat untuk Tubuh. Foto: Ilustrasi diet karbohidrat

Manfaat Karbohidrat untuk Tubuh. Foto: Ilustrasi diet karbohidrat

Foto: Photo by pixabay from Pexels
Karbohidrat memiliki manfaat untuk tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika seseorang tengah melakukan program diet, tak sedikit yang salah dalam penerapannya. Mereka cenderung mengurangi konsumsi karbohidrat, bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali agar berat badannya segera turun.

Penerapan diet seperti itu justru tidak baik bagi tubuh kerena menurut ahli nutrisi dan teknologi pangan Prof Dr Ir Made Astawan MS, orang Indonesia rata-rata membutuhkan sumber karbohidrat sebagai sumber energinya. Jadi, apabila sumber tersebut tidak dikonsumsi, justru akan membahayakan tubuh orang tersebut.

Mereka yang melakukan diet ketat, kata Astawan, umumnya khawatir makan karbohidrat terlalu banyak seperti nasi. Kekhawatiran itu disebabkan oleh kandungan nasi, yaitu kadar gula yang tinggi dan dapat terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. "Padahal, kandungan gula tersebut justru penting sebagai sumber energi," ungkapnya dalam pembahasan terkait Noncommunicable Disease Penyebab Utama Kematian Global di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain berfungsi sebagai sumber energi, menurutnya, karbohidrat juga berfungsi sebagai sumber makanan utama pada otak. Tidak seperti organ lainnya, otak tidak bisa menggunakan energi dari cadangan lemak. Oleh karena itu, energi dari karbohidrat sangat berperan penting untuk kerja otak.

"Otak kita hanya dapat menggunakan glukosa atau gula sebagai sumber energi. Di sisi lain, otak hanya mempunyai sedikit cadangan energi," katanya beberapa waktu lalu.

Zat glukosa di dalam karbohidrat merupakan sumber makanan utama bagi otak kita agar dapat mengolahnya menjadi energi. Namun, apabila kebutuhan karbohidrat harian kita tidak terpenuhi dengan baik, yang terjadi adalah turunnya kadar gula dalam darah.

Oleh karena itu, ketersediaan glukosa secara konstan harus tetap dijaga agar otak dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Perlu diingat bahwa mengurangi konsumsi karbohidrat memang diperbolehkan, namun bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali setiap harinya.

Selain itu, menurut Made, orang yang kebutuhan karbohidrat hariannya tidak terpenuhi dengan baik akan mengakibatkan orang tersebut mudah stres, sakit kepala, mudah berkeringat, gemetar, pusing, lapar, pandangan kabur, hingga kelelahan yang sangat ekstrem. Untuk itu, Made mengimbau agar setiap orang harus memenuhi kebutuhan karbohidrat hariannya melalui berbagai sumber.
 
"Karbohidrat bisa didapat tidak hanya melalui beras atau nasi, tetapi juga bisa didapat dari golongan polisakarida (PATI), seperti jagung, gandum, singkong, talas, dan kentang," katanya.

Namun, lanjut Made, sumber glukosa yang paling tinggi tetap dimiliki oleh beras atau nasi. Sehingga, jika diperlukan bagi pelaku diet sehat, dapat mengganti peran karbohidrat utamanya dengan mengonsumsi makanan sejenisnya. Tentunya, dengan jumlah glukosa yang lebih rendah.

"Ini bisa menjadi alternatif bagi para pelaku diet sehat. Yang terpenting, kebutuhan karbohidratnya tetap terpenuhi dengan baik serta diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur," lanjut Made.
 

Baca Juga

sumber : Republika.co.id
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA