Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Bolehkah Mengubah Arah Kiblat Saat Kondisi Darurat?

Jumat 29 May 2020 11:30 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Bolehkah Mengubah Arah Kiblat Saat Kondisi Darurat?

Bolehkah Mengubah Arah Kiblat Saat Kondisi Darurat?

Foto: REPUBLIKA
Tidak wajib sholat menghadap kiblat jika dalam kondisi bahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kondisi normal, setiap umat Islam diwajibkan sholat menghadap ke arah kiblat—Ka’bah. Namun demikian dalam kondisi tertentu dan darurat, mengubah arah kiblat sholat diperbolehkan menurut berbagai pandangan ulama.

Baca Juga

Dalam buku Panduan Shalat An-Nisaa karya Abdul Qadir Muhammad Manshur yang diterbitkan oleh Republika Penerbit dijelaskan, jika seseorang sedang takut akan musuh, hewan buas, atau sejenisnya yang dapat membahayakan jiwa, maka ia tidak wajib sholat menghadap ke kiblat.

Ia diperbolehkan menghadap ke arah manapun yang diinginkan baik dengan mengendarai kendaraan maupun berdiri di atas tanah. Semua itu diperbolehkan untuk sholat fardhu ataupun sholat sunah.

Para ulama merujuk dalil berupa firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Baqarah penggalan ayat 239 berbunyi: “Fa in khiftum farijalan aw rukbanan,”. Yang artinya: “Jika kamu takut ada bahaya, sholatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan,”.

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ibnu Umar RA ditanya tentang sholat khauf. Maka beliau menjelaskannya lalu berkata: “Jika ketakutan yang ada lebih parah daripada itu (yang telah dijelaskan), sholatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan, menghadap kiblat atau tidak menghadap kiblat,”.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA