Jumat 29 May 2020 04:32 WIB

Mentan Panen Raya Bawang Merah di Bima Pastikan Stok Cukup

Komoditas bawang merah merupakan sektor yang menjanjikan dari melemahnya perekomian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam negeri cukup.
Foto: Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam negeri cukup.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam negeri tercukupi.

Dalam kegiatan tersebut, Mentan Syahrul bersama Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri melakukan panen bawang merah di areal seluas 45 hektare di Desa Risa, Kecamatan Woha, Bima, NTB. 

"Saya meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan NTB menjadi penyangga pangan nasional. Oleh karena itu, kinerja pertanian harus dimasifkan sehingga produksi komoditas andalan NTB seperti bawang, jagung dan padi meningkat," kata Syahrul melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (28/5).

Menurut Syahrul, saat ekonomi dunia melambat, sektor pertanian berperan penting dalam mencukupi kebutuhan pangan rakyat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menggenjot produksi bawang merah khususnya di Kabupaten Bima sebagai penyangga nasional. Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bima mencapai 11 ribu hektare.

Pasa masa pandemi Covid-19 ini, Syahrul menyebutkan sektor pertanian salah satunya komoditas bawang merah merupakan sektor yang menjanjikan dari melemahnya perekomian saat ini. Syahrul meminta pemerintah daerah bersama para petani untuk menyusun langkah manajemen yang baik. Pengembangan pertanian NTB harus didukung dengan sistem pengairan yang baik dan akses pembiayaan terhadap petani melalui fasilitas dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Bawang harganya bisa naik turun sehingga kita harus punya manajemen yang bagus. Untuk jagung, dryer harus diperkuat sehingga pergudangan akan makin kuat jadi kita harus atur penyimpanan yang bagus. Kalau perlu ambil modal dari KUR untuk setiap kabupaten," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri mengungkapkan harga bawang yang diproduksi petani NTB khususnya Kabupaten Bima melonjak dari harga sebelumnya.

Indah menuturkan produksi petani Bima terus meningkat. Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen menyukseskan produksi bawang merah, padi, jagung dan komoditas yang menjadi unggulan petani Bima. "Dukungan dari Kementerian Pertanian untuk keberlangsungan petani kami dari bibit, pupuk maupun alsintan(alat mesin pertanian) sangat kami harapkan, dan tentunya dukungan yang selama ini diberikan kepada kami dan para petani, kami ucapkan banyak terima kasih," kata Indah.

Ekspor komoditas bawang berasal dari petani di Pulau Sumbawa melalui pelabuhan Badas, Poto Tano, Bima dan Sape tahun 2018 sebanyak 23.100 ton, tahun 2019 produksi sebanyak 24.100 ton dan tahun 2020 (hingga 26 Mei tahun 2020) sebanyak 1.300 ton .

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) prediksi Ditjen Hortikultura pada bulan Mei-Agustus 2020, terdapat produksi sebanyak 348.343 ton sedangkan kebutuhan sebesar 342.598 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 5.745 ton. Ada pun luas tanam bawang merah secara Nasional selama periode Januari-Mei 2020 tercatat seluas 74.083 hektare (ha) dengan rincian bulan Januari seluas 17.472 ha, Februari seluas 14.739 ha, Maret seluas 14.278 ha, April seluas 14.088 ha dan Mei seluas 13.506 ha.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement