Angkutan Lebaran ASDP Baubau Turun 87 Persen

Red: Muhammad Fakhruddin

 Kamis 28 May 2020 22:50 WIB

Petugas memeriksa kendaraan pemudik. Ilustrasi Foto: ANTARA /M Ibnu Chazar Petugas memeriksa kendaraan pemudik. Ilustrasi

Penurunan angkutan Lebaran dipengaruhi kebijakan larangan mudik.

REPUBLIKA.CO.ID,KENDARI -- Arus balik hingga H plus 4 lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah bagi pengguna jasa armada Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara terpantau menurun drastis sampai 87 persen dari tahun sebelumnya.

"Arus balik tahun ini tidak normal karena kondisi pandemi virus Corona. Jika dibandingkan tahun 2019 mengalami penurunan sekitar 87 persen. Artinya pencapaiannya hanya 13 persen," kata Kepala ASDP Cabang Baubau, Suharto, di Baubau, Kamis (28/5).

Penurunan angkutan lebaran baik arus mudik maupun arus balik dipengaruhi kebijakan larangan mudik, termasuk Permen 25, imbauan gubernur, bupati dan Dirjen Perhubungan. "Larangan tersebut mempengaruhi animo masyarakat perantau, baik melalui jasa transportasi darat, udara dan laut," ujarnya.

Meskipun moda transportasi tetap beroperasi ditengah wabah virus Corona untuk melayani angkutan kebutuhan logistik sejalan dengan misi ASDP sebagai perusahaan negara hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat.

"Kalau sampai kita berhenti (operasi) bagaimana saudara-saudara kita yang di kepulauan mendapatkan logistik atau sembako. Makanya kita tetap mengoperasikan kapal," kata Suharto didampingi Manager Usaha ASDP Baubau, Supriadi.

Ditengah musim pandemik Covid-19 ini, lanjut dia membuat pihaknya mengkondisikan frekuensi perjalanan kapal di lintasan komersil, misalnya sebelumnya mencapai delapan trip dilakukan pengurangan sebagai efisiensi bahan bakar.

"Kalau untuk komersil kita lakukan pengurangan karena efisiensi. Jadi kita kondisikan dengan keadaan lapangan, kita sesuaikan, kalau memang di lapangan ada truk kita tambah trip," ujarnya.

Sedangkan lintasan perintis, kata dia, merupakan penugasan dari negara yang tetap harus dioperasikan, sehingga ada atau tidaknya penumpang tetap dijalankan.

Ia menambahkan, 10 armada ASDP yang ada di 11 lintasan wilayah Baubau tetap dioperasikan. Ke-11 lintasan ASDP diwilayah Cabang Baubau, yakni, lintasan Baubau-Waara (Baubau-Buteng), Baubau-Siompu (Baubau-Busel), Baubau-Tolandona (Baubau-Buteng), dan Baubau-Dongkala (Baubau-Buteng).

Selain itu, lintasan Dongkala-Mawasangka (Buteng), Dongkala-Kasipute (Buteng-Bombana), Raha-Pure (Muna), Tampo-Torobulu (Muna-Konsel), Kamaru-Wanci (Buton-Wakatobi), Amolengo-Labuan (Konsel-Butur), dan lintasan Kendari-Langara (Kendari-Konkep).

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X