Kamis 28 May 2020 22:00 WIB

Antrean Bansos Tunai di Kota Manila Filipina

.

Red: Yogi Ardhi

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Perempuan yang terdaftar di bawah kategori ibu menyusui antre menerima subsidi tunai senilai 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

Warga antre untuk menerima subsidi uang tunai sebesar 2.000 peso (36 euro) di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5) (FOTO : EPA-EFE/ROLEX DELA PENA)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, METRO MANILA -- Warga terdampak Covid-19 di Metro Manila antre bantuan sosial tunai dari pemerintah Filipina di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Selasa (26/5).

Mereka terdaftar pada kategori ibu menyusui dan menerima bantuan tunai senilai 2.000 peso (Rp 584 ribu)  Bantuan tunai ini diberikan bantuan bagi warga terdampak virus corona. Penerima adalah mereka yang terkena karantina rumahan, dan angka ini didasarkan pada tingkat upah minimum regional.

 

sumber : EPA EFE
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement