Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

DIY Kembali Laporkan tak Ada Penambahan Kasus Positif Baru

Jumat 29 May 2020 01:49 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolandha

Suasana jalan pada hari pertama Hari Raya Iedul Fitri 1441 H di Kota Baru, Yogyakarta, Ahad (24/5). DIY kembali melaporan tidak adanya penambahan kasus (zero growth) yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 28 Mei 2020. Tidak adanya kasus positif baru pada 28 Mei ini dilaporkan setelah dua hari berturut-turut sebelumnya yakni pada 25 dan 26 Mei, DIY juga mengalami zero growth.

Suasana jalan pada hari pertama Hari Raya Iedul Fitri 1441 H di Kota Baru, Yogyakarta, Ahad (24/5). DIY kembali melaporan tidak adanya penambahan kasus (zero growth) yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 28 Mei 2020. Tidak adanya kasus positif baru pada 28 Mei ini dilaporkan setelah dua hari berturut-turut sebelumnya yakni pada 25 dan 26 Mei, DIY juga mengalami zero growth.

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
DIY laporkan zero growth sejak 25 Mei 2020, kecuali pada 27 terdapat dua kasus baru.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- DIY kembali melaporan tidak adanya penambahan kasus (zero growth) yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 28 Mei 2020. Tidak adanya kasus positif baru pada 28 Mei ini dilaporkan setelah dua hari berturut-turut sebelumnya yakni pada 25 dan 26 Mei, DIY juga mengalami zero growth.

Baca Juga

"Sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 di DIY tetap sejumlah 228 kasus," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih, Kamis (28/5).

Zero growth ini merupakan hasil dari pemeriksaan tiga laboratorium di DIY yakni Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY, Laboratorium RSA UGM dan Laboratorium Mikrobiologi UGM. Jumlah sampel Covid-19 yang diperiksa pun mencapai 161 sampel.

"161 sampel itu diperiksa tiga lab 27 Mei kemarin dan hasilnya diumumkan pada 28 Mei," ujarnya.

Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, 161 sampel yang diperiksa tersebut bukan hanya terdiri dari hasil pemeriksaan tes swab terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru. Namun, juga merupakan hasil swab dari PDP dalam proses laboratorium dan juga Orang Tanpa Gejala (OTG) yang reaktif dari rapid test.

"161 sampel itu hasilnya bisa berupa kategori baru seperti kasus PDP positif, negatif, sembuh, meninggal negatif, meninggal positif atau bisa berupa konfirmasi saja. Sebagai contoh, untuk OTG harus dua kali negatif baru bisa pulang dari shelter,"  kata Ditya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA