Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

6 Cara Tingkatkan Kadar Vitamin D Selama Pandemi Covid-19

Kamis 28 May 2020 19:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Jus jeruk terfortifikasi menjadi salah satu sumber vitamin D.

Jus jeruk terfortifikasi menjadi salah satu sumber vitamin D.

Foto: The Telegraph
Vitamin D memainkan peran penting dalam upaya melawan virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vitamin D merupakan salah satu zat gizi esensial yang memiliki beragam peran di dalam tubuh. Defisiensi vitamin D diketahui berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut.

Studi dalam Irish Medical Journal juga mengungkapkan bahwa vitamin D memainkan peran penting dalam resistensi terhadap virus corona. Di samping itu, studi dalam jurnal The Lancet juga menunjukkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dengan kondisi pasien bila terkena Covid-19.

"Mortalitas Covid-19 secara signifikan berkaitan dengan status vitamin D di populasi-populasi yang berbeda," ungkap studi tersebut, seperti dilansir Times Now News.

Menurut studi, vitamin D mendukung produksi peptida antimikroba di epitel pernapasan. Hal ini membuat infeksi virus korona dan perkembangan gejala Covid-19 menjadi lebih ringan. Vitamin D juga diketahui dapat mengurangi respon inflamasi terhadap infeksi virus SARS-CoV-2.

Terlepas dari beragam manfaat vitamin D, asupan vitamin D yang rendah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Terlebih, sebagian orang tak mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup karena menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah selama pandemi Covid-19. Padahal, sinar matahari adalah sumber vitamin D alami yang utama dan terpenting.

"Peran terpenting vitamin D adalah untuk menyerap kalsium, yang penting untuk untuk menjaga kesehtan tulang, gigi dan otot," jelas Dr Manish Sontakke dari Hiranandani Hospital.

Vitamin D pun memainkan peran dalam proses penyerapan fosfor. Tak hanya itu, vitamin D juga merupakan modulator sistem imun yang memiliki peran penting dalam mengatasi kelainan pada saluran pernapasan.

"(Vitamin D) memfaslitiasi fungsi sistem imun normal," terang Sontakke.

Ada enam sumber vitamin D yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D dalam keseharian. Salah satu sumber tersebut adalah ikan dan makan laut seperti salmon, sardin, makarel, udang dan minyak hati ikan.

Sumber vitamin D kedua yang juga baik adalah produk olahan susu. Beberapa contohnya adalah susu terfortifikasi, keju, yogurt dan mentega. Sedangkan sumber vitamin D ketiga yang baik dikonsumsi adalah kuning telur.

Jamur juga menjadi sumber vitamin D keempat yang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Sumber kelima untuk asupan vitamin D adalah sereal dan jus jeruk terfortifikasi.

Sumber vitamin D yang keenam adalah paparan sinar matahari. Selama karantina mandiri di rumah, pastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dengan cara membiarkan jendela tetap terbuka. Duduk di area yang terpapar sinar matahari selama 30 menit.

Vitamin D juga bisa didapatkan melalui suplemen. Akan tetapi, suplemen vitamin D sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan dan perlu disesuaikan dengan anjuran dokter.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA