Kamis 28 May 2020 08:11 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia No.4 di Dunia

Saat survei ini dilakukan, Covid-19 belum memengaruhi optimisme konsumen Indonesia.

Rep: Arie Liliyah (swa.co.id)/ Red: Arie Liliyah (swa.co.id)
.
.

Pada Kuartal I/ 2020 Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 di dunia dalam hal Keyakinan Konsumen dengan indeks 127, setelah India, Pakistan dan Filipina, yang nilainya masing-masing 140, 129 dan 128. Demikian menurut laporan hasil survei Global Consumer Confidence™ terbaru tahun ini dari The Conference Board® bekerja sama dengan Nielsen, sebuah perusahaan pengukuran global.

 

Pada periode ini Indeks Keyakinan Konsumen Global turun sedikit menjadi 106 dari angka tertinggi dalam sejarah 107 (angka di atas 100 dianggap positif), menunjukkan ada konsumen yang sedikit lebih optimis daripada yang pesimis secara global. Survei ini dilakukan pada pertengahan pertama bulan Februari, karena itu Indeks yang didapatkan belum mencerminkan penyebaran virus secara global di bulan Maret.

Dibandingkan Kuartal terakhir 2019, pada Kuartal ini Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia meningkat 4 poin, dari 123 menjadi 127. Optimisme konsumen mengenai Prospek Lapangan Kerja sedikit menurun (-2 poin persentase) dari 72 menjadi 70, sementara optimisme mengenai Kondisi Keuangan Pribadi sedikit meningkat (+1 poin persentase) dari 77 menjadi 78, dan Keinginan Berbelanja tetap stabil di Indeks 60.

Meski penyebaran virus Covid-19 belum merata secara global, konsumen tampaknya sudah mulai melihat hal tersebut sebagai krisis kesehatan. Sebagai akibatnya, di banyak negara termasuk Indonesia, kekhawatiran akan Kesehatan meningkat. Dibandingkan  Kuartal IV/2019 , di Kuartal I/2020 ini sebanyak 23 persen konsumen di Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan kesehatan. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 14 persen. Kekhawatiran tentang ekonomi masih menjadi yang terbesar, namun hanya sedikit meningkat, dari 34 persen menjadi 35 persen.

“Saat survei ini dilakukan, Covid-19 belum memengaruhi optimisme konsumen Indonesia, bahkan belum dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. Namun, sudah terlihat pengaruhnya terhadap kekhawatiran konsumen akan Kesehatan,” kata Indrasena (Dede) Patmawidjaja, Managing Director Nielsen Connect Indonesia. Konsumen khususnya dari Kelas Atas mengikuti perkembangan berita luar negeri, karena itu mereka telah mengetahui mengenai penyebaran virus ini di China dan itulah yang mulai menimbulkan kekhawatiran.

Selain khawatir akan Kesehatan dan Ekonomi, 21 persen konsumen Indonesia menyatakan kekhawatiran mereka akan Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan, dan 11% merasa khawatir mengenai Pemanasan Global. Selain itu 11 persen konsumen merasa khawatir mengenai Kenaikan Tagihan seperti listrik, gas, dan lainnya di mana kekhawatiran ini baru muncul pada urutan 5 teratas di kuartal awal 2020 ini.

Survei ini juga menemukan bahwa pada kuartal pertama 2020 konsumen Indonesia secara signifikan mengurangi pengeluaran dana cadangan mereka untuk Investasi Saham / Reksadana (34 persen), menurun 12 persen dari kuartal sebelumnya yang sebesar 46 persen. Selain Investasi, pos lain yang dikurangi secara signifikan adalah Liburan, yang turun 6 persen dari 42 persen di kuartal keempat 2019 menjadi 36 persen.

Terkait dengan perkembangan pertumbuhan produk FMCG, Dede menambahkan, keyakinan konsumen pada gilirannya juga akan mempengaruhi belanja konsumen untuk produk-produk konsumsi. Dari data yang kami himpun, terlihat bahwa pada Kuartal I/ 2020, FMCG masih bertumbuh dengan sangat positif, namun beberapa kategori seperti Perawatan Pribadi dan Kecantikan, Minuman Kemasan Siap Minum, dan Indulgence terindikasi akan mengalami tantangan di kuartal kedua.

Mengakhiri penjelasannya, Dede menyimpulkan, “Pengetahuan akan produk yang kuat, harga yang terjangkau dan manfaat yang relevan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang positif di Kuartal selanjutnya.”

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement