Anggota DPR Dukung Perombakan PTPN oleh Kementerian BUMN

Restrukturisasi diyakini dapat meningkatkan kinerja PTPN

Kamis , 28 May 2020, 02:02 WIB
nggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang melakukan perombakan besar-besaran di sejumlah direksi anak perusahaan Grup PTPN.
Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
nggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang melakukan perombakan besar-besaran di sejumlah direksi anak perusahaan Grup PTPN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang melakukan perombakan besar-besaran di sejumlah direksi anak perusahaan Grup PTPN, dari PTPN I, II hingga XIV. Ia meyakini restrukturisasi tersebut akan meningkatkan kinerja PTPN.

"Saya selaku anggota Komisi VI DPR yang bermitra dengan Kementerian BUMN mendukung perbaikan-perbaikan di PTPN yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir. Saya yakin perombakan struktur ini akan meningkatkan kinerja PTPN," kata Andre dalam rilisnya, Rabu (27/5).

Baca Juga

Menurut Andre, selama ini anak perusahaan Grup PTPN memiliki struktur organisasi yang terlalu gemuk hingga setiap anak perusahaan memiliki sampai empat direksi. Andre menilai, perampingan struktur di Grup PTPN ini dapat membuat pelaksanaan bisnis perusahaan milik Pemerintah itu menjadi lebih fokus.

"Saya optimistis dengan struktur baru ini soliditas organisasi akan semakin kuat dalam mencapai tujuan perseroan. Semoga PTPN Group akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis ke depannya," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, perombakan ini penting dilakukan mengingat besarnya peran Grup PTPN terhadap perekonomian nasional. Menurut catatan, saat ini Grup PTPN merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan seluas 1,17 juta hektare.

Sementara produk komoditas Grup PTPN mencakup komoditas anak perusahaan yang beragam terdiversifikasi, antara lain kelapa sawit, tebu, karet, teh, kopi, tembakau, dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing. "Pergantian ini sudah sejalan dengan program transformasi grup perusahaan yang berkomitmen untuk

meningkatkan kinerja perusahaan dan terus melakukan perubahan dalam mencapai target perusahaan sehingga dapat memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Sebelumnya Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan restrukturisasi dilakukan dalam rangka memperkuat peran Grup PTPN sebagai penopang ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Arya mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir ingin model struktur organisasi di holding BUMN perkebunan yang lebih efisien.

"Kemarin Pak Erick melihat sudah ada holding PTPN, lantas kenapa harus ada lagi di bawah-bawah?" ujar Arya saat konferensi video di Jakarta, Rabu (27/5).