Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Istri Petarung MMA Mualaf Dipecat karena Jilbab

Rabu 27 May 2020 19:04 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Petarung MMA Wilhelm Ott dan istrinya Michele Birringer. Birringer dipecat dari pekerjaannya sebagai manajer bar karena menggunakan jilbab.

Petarung MMA Wilhelm Ott dan istrinya Michele Birringer. Birringer dipecat dari pekerjaannya sebagai manajer bar karena menggunakan jilbab.

Foto: INSTAGRAM
Michele Birringer ingin bertahan sebelum mendapatkan pekerjaan baru yang lebih pas.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Kabar kurang menyenangkan datang dari petarung MMA asal Austria, Wilhelm Ott. Hal itu setelah sang istri, Michele Birringer, dipecat dari pekerjaanya karena menggunakan jilbab.

Pada April lalu, Ott baru saja memeluk agama islam. Dia mendapat hidayah tersebut saat menjalani karantina pandemi virus corona. Keyakinan ini yang juga diikuti oleh Michele Birringer.

Memeluk Islam, Birringer langsung menjalankan perintah untuk menggunkan penutup kepala di setiap aktivitasnya di luar rumah. Namun, keputusan memakai kerudung ditentang tempat kerjanya yang merupakan kelab malam.

"Hari ini istri saya dipecat...karena jilbabnya tidak pas di tempat kerja. Dia adalah manajer bar di pusat hiburan di St Poelten yang ditutup selama krisis," tulis Wilhelm di akun resmi Instagram pribadinya, Rabu (27/5).

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika selama krisis hampir tidak mungkin bagi istrinya mendapatkan pekerjaan baru. Itu sebabnya dia akan bekerja di sana untuk beberapa waktu sampai menemukan sesuatu yang baru yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

"Bosnya kemudian menghubungi saya dan mengatakan bahwa dia bisa tetap berada di kelab dan bekerja sampai ia menemukan pekerjaan yang lain. Namun, secara mengejutkan istri saya memutuskan untuk tidak lagi bekerja di sana, dan ini adalah pertanda dari Allah bahwa pekerjaan itu tidak pas. Alhamdulillah," kata dia menambahkan.

Petarung yang dijuluki the Amazing itu juga bercerita kalau banyak stigma radikal yang dilontarkan kepada keluarganya setelah memeluk Islam. Namun, ia tak khawatir karena menggatungkan harapan kepada Allah SWT.

"Setelah kami bertaubat, orang-orang takut kami akan menjadi radikal. Namun, saya tidak khawatir. Anda akan menjadi radikal terhadap kami?! Allah SWT akan membantu kami. Dia tahu yang terbaik untuk kami."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA