Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Surabaya yang Bisa Jadi Seperti Wuhan dan Instruksi Jokowi

Rabu 27 May 2020 17:57 WIB

Red: Andri Saubani

Peziarah berdoa di pemakaman khusus kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2020). Pemkot Surabaya menyediakan lahan khusus di TPU Keputih untuk pasien yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19

Peziarah berdoa di pemakaman khusus kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2020). Pemkot Surabaya menyediakan lahan khusus di TPU Keputih untuk pasien yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19

Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
Surabaya bisa menjadi seperti Wuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dadang Kurnia, Dessy Suciati Saputri, Sapto Andika Candra

Baca Juga

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) hingga Selasa (26/5) nyaris menembus angka 4.000 orang. Dengan tambahan 64 pasien positif Covid-19, total menjadi 3.939.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, mengungkapkan, dari 64 pasien baru tersebut, terbanyakan dari Kota Surabaya dengan tambahan 23 orang. Adapun pasien sembuh di Jatim bertambah 16 orang sehingga total 522 pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh di Jatim.

Joni juga mengungkapkan adanya tambahan 19 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Total ada 303 pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Jatim, atau setara 7,82 persen.

Surabaya memang menjadi episentrum penularan Covid-19 di Jatim. Dari total jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim, Kota Surabaya menyumbang 2.118 pasien. Kemudian, Sidoarjo menyumbang 542 pasien dan Gresik 134 pasien.

Joni menyebutkan, 65 persen pasien Covid-19 di wilayah setempat berasal dari Surabaya Raya, yakni meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Menurut dia, kenyataan tersebut tidak bisa dianggap sepele.

"Ini tidak main-main. Kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan," kata Joni di Surabaya, Rabu (27/5).

Dirut RSUD dr Soetomo itu menyatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission (tingkat penularan) Covid-19, terutama di Surabaya yang saat ini masih 1,6. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan termasuk yang dimaksudkan untuk menekan tingkat penularan.

"Rate of transmission Covid-19 di Surabaya masih 1,6. Artinya, ketika ada 10 orang (positif Covid-19) dalam satu minggu jadi 16 orang," ujar Joni.

Merujuk kasus Covid-19 di Jatim, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melimpahkan perhatian kepada Provinsi Jatim. Kondisi di Jatim diperparah dengan keterbatasan kapasitas layanan di rumah sakit rujukan.

"Di Jawa terutama agar dibantu diberikan dukungan penuh untuk Provinsi Jawa Timur, terutama yang berkaitan dengan kesiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit daruratnya. Pak Menkes juga Ketua Gugus Tugas betul-betul saya minta Jatim menjadi perhatian," kata Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas, Rabu (27/5).

Selain kesiapan rumah sakit rujukan dan darurat, kemampuan uji spesimen Covid-19 juga menjadi perhatian. Jokowi meminta Menkes dan gugus tugas untuk mempercepat pengujian sampel dan memasifkan pelacakan atas seluruh kasus positif Covid-19 yang ada.

"Pelacakan yang terpapar di Jatim betul-betul dilakukan langkah pengendalian," katanya.



Laju penambahan kasus baru di Jatim juga berdampak pada operasional Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Surabaya. Lembaga ini untuk sementara waktu hanya menerima sampel baru Covid-19 dari rumah sakit milik universitas.

Keputusan itu diambil menyusul adanya beberapa tenaga laboratorium yang terpapar Covid-19. Melalui surat pengumuman nomor 196/UN3.9.4/TU/2020, Kepala ITD Unair Prof Maria Inge Lusida menyampaikan, pihaknya tengah melakukan tracing atau pelacakan secara masif untuk memutus penyebaran Covid-19.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan telah mengirimkan layanan dan peralatan medis untuk membantu daerah Jatim menekan angka Covid-19 yang terus bertambah. Sejumlah peralatan medis pun dikirimkan seperti dua unit mobile lab BSL-2.

“Tim gugus tugas telah diberangkatkan beberapa hari yang lalu termasuk dua unit kendaraan. Tadi pagi sudah tiba satu unit mobile BSL 2 pada pukul 05.30 dan pada pukul 08.30 hari ini diberangkatkan lagi satu unit sehingga dua unit mobil nanti akan beroperasi di wilayah Jawa Timur,” kata dia saat konferensi pers, Rabu (27/5).

Lab mobil BSL-2 tersebut akan digunakan untuk membantu sejumlah laboratorium di Jatim yang mengalami gangguan. Selain itu, tim gugus tugas juga membantu menyiapkan rumah sakit darurat, termasuk balai pelatihan SDM Surabaya dan juga rumah sakit lapangan Indrapura.

“Kita harapkan dengan bertambahnya sejumlah rumah sakit tambahan ini, rumah sakit darurat ini, maka warga kita yang mengalami sakit di Jawa Timur bisa mendapatkan perhatian yang memadai,” kata dia menambahkan.

Doni mengakui peningkatan pasien terkonfirmasi positif di Jatim karena Jatim memiliki warga dari luar yang masuk dari klaster Goa (Sulawesi Selatan) dan jamaah tabligh (India). "Klaster di dalam yaitu Pesantren Temboro dan Pabrik Sampoerna maka akan kami optimalkan bagaimana kontak erat masyarakat dan komunitas positif Covid-19 tidak terjadi dan dilaksanakan pelacakan untuk memutus mata rantai penularan," ujar Doni.

photo
Cara mendapat surat izin keluar masuk Jakarta - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA