Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Turki Cabut Jam Malam Nasional Idul Fitri

Rabu 27 May 2020 14:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Pasukan jandarma berkuda melakukan patroli di pantai distrik Sariyer di Istanbul, Turki. Jam malam nasional diterapkan di Turki guna mengekang penyebaran virus corona. Ilustrasi.

Pasukan jandarma berkuda melakukan patroli di pantai distrik Sariyer di Istanbul, Turki. Jam malam nasional diterapkan di Turki guna mengekang penyebaran virus corona. Ilustrasi.

Foto: Anadolu/?sa Terli
Jam malam nasional diterapkan di Turki guna mengekang penyebaran virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Turki mencabut jam malam nasional yang diberlakukan empat hari untuk liburan hari raya Idul Fitri, Selasa (27/5). Jam malam nasional itu diterapkan guna mengekang penyebaran virus corona yang telah merenggut 4.400 nyawa di negara tersebut di masa perayaan Idul Fitri.

Meskipun jam malam akhir pekan sebelumnya hanya mencakup kota-kota besar saja, kali ini pencabutan jam malam mencakup seluruh negara yang telah menghadapi jam malam selama empat hari selama libur Lebaran. Pada 23 Mei lalu pasar, toko grosir, pedagang sayur, dan toko daging akan terus beroperasi dari pukul 10.00 hingga 17.00 waktu setempat (0700-1400GMT), dan kemudian akan ditutup pada 24-26 Mei. Hanya toko roti yang akan tetap beroperasi selama empat hari.

Kementerian Dalam Negeri Turki mencatat, publik Turki sebagian besar mematuhi pembatasan empat hari yang diambil di seluruh negeri. "Sebanyak 47.831 orang melanggar jam malam antara pukul 00.00 pada Jumat dan Ahad pukul 20.00. Mereka tunduk pada proses peradilan atau administrasi," ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Turki dilansir Anadolu Agency, Rabu.

Kementerian juga mengatakan karantina dicabut di 395 permukiman di 63 kota. Jam malam pertama diumumkan pada 11-12 April dan diikuti oleh wilayah lain di pekan-pekan berikutnya.

Pada Ahad lalu Turki melaporkan total 158.762 kasus virus corona, termasuk 121.507 pemulihan. Ini merupakan kenaikan yang signifikan.

Sejak pertama kali muncul di China Desember lalu, virus corona baru ini telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah. AS, Rusia, Brasil, dan beberapa negara Eropa saat ini merupakan negara yang paling terpukul di dunia akibat pandemi dengan jumlmah kasus dan kematiannya yang sangat tinggi.

Menurut Johns Hopkins Univerity and Medicine, pandemi telah menewaskan hampir 348 ribu orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 5,55 juta kasus dikonfirmasi. Sementara pemulihan sekitar 2,27 juta.

Baca Juga

sumber : https://www.aa.com.tr/en/latest-on-coronavirus-outbreak/turkey-lifts-4-day-nationwide-curfew-against-virus/1854376
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA