Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Asosiasi Minta Mal Dibuka dengan Jam Operasional Normal

Rabu 27 May 2020 13:52 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Mal atau pusat perbelanjaan (ilustrasi).

Mal atau pusat perbelanjaan (ilustrasi).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pembukaan mal diharapkan berjalan paralel dengan bergeraknya roda perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey berharap rencana beroperasinya kembali 60 mal di Jakarta dengan kondisi normal baru, juga diikuti dengan jam operasional yang normal. Roy mengatakan saat ini masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

Hal tersebut terkait petunjuk teknis resmi terhadap pembukaan kembali sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta pada 5 Juni dan 8 Juni. "Kami berharap pelonggaran PSBB ini selain (mal) dapat beroperasi kembali, jam operasinya dikembalikan normal dan wajar," ujarnya, Rabu (27/5).

Menurut Roy, pembukaan kembali pusat perbelanjaan di Jakarta tidak hanya memberikan atmosfer baru terhadap sebagian masyarakat yang mengalami cabin fever atau kecemasan berlebihan akibat terlalu lama tinggal di rumah. Selain itu, beroperasinya kembali mal tersebut juga diharapkan bisa berjalan paralel dengan bergeraknya roda perekonomian yang selama beberapa bulan terakhir sangat tertekan akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, kata dia, pembukaan mal seharusnya dapat berjalan normal selama protokol kesehatan pandemi Covid-19 tetap dijalankan. Mulai dari pengukuran suhu tubuh terhadap konsumen, jaga jarak (physical distancing) sejauh 1,5 meter, serta memastikan pemakaian alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

Pihaknya juga mengantisipasi jumlah pengunjung dengan melakukan pembatasan jika terjadi kepadatan. Aprindo sendiri telah mempersiapkan pada karyawan toko dan karyawan keamanan untuk membuat antrean teratur dengan jarak aman, jika terjadi kepadatan konsumen baik di dalam pusat perbelanjaan, di toko, dan saat melakukan pembayaran.

Dia menyebut, jumlah konsumen sudah tidak membludak lagi karena masa Lebaran sudah lewat. "Yang terjadi euforia di beberapa daerah karena memang saat itu menuju masa Lebaran. Sekarang kan sudah tidak ada acara lagi, tapi tetap kita memastikan physical distancing," kata Roy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA