Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

YLKI: Kebijakan Gegabah Bila Mal Dibuka

Selasa 26 May 2020 21:15 WIB

Rep: Surya Dinata/ Red: Wisnu Aji Prasetiyo

Suasana pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung. Ilustrasi

Foto: ANTARA/BAYU PRATAMA S
EMBED
YLKI menilai wacana pembukaan mal tersebut terlalu gegabah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berencana membuka kembali pengoperasian mal pada tanggal 5 Juni 2020, khususnya yang ada di DKI Jakarta seiring dengan berakhirnya masa PSBB pada 4 Juni mendatang. Rencana tersebut mendapat penolakan keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Menurut YLKI, kurva penyebaran Covid-19 belum sepenuhnya melandai.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, wacana pembukaan mal tersebut terlalu gegabah. Menurut pandangannya, pada tanggal 5 Juni 2020 dianggap belum aman dalam pengendalian Covid-19.

Tulus meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menolak wacana pembukaan mall tersebut. Hal itu dikarenakan DKI Jakarta masih masuk zona merah. Jika nantinya pada saat pembukaan mall terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan, maka Pemprov DKI wajib memberikan sanksi tegas kepada pengelola mal tersebut.

 

 

Video Editor | Fian Firatmaja

Sumber : YLKI

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA