Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Emil: Presiden Lakukan Simulasi, Bukan Pembukaan Mal

Selasa 26 May 2020 17:48 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Agus Yulianto

Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Presiden Jokowi meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau wabah COVID-19

Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Presiden Jokowi meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau wabah COVID-19

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Kehadiran presiden untuk melakukan simulasi 'new normal'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah kabar yang beredar bahwa Mal Summarecon Bekasi sudah mulai dibuka untuk umum, menyusul kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi tersebut, Selasa (26/5) siang. Emil menyampaikan, kehadiran presiden untuk melakukan simulasi 'new normal' atau kenormalan baru, bukan untuk membuka mal.

"Jadi ini adaptasi persiapan. Jadi, tolong berita hari ini bukan membuka mal seperti yang beredar. Ini presiden melakukan simulasi jika nanti mal-nya sudah mulai bisa dibuka, itu proses simulasinya seperti apa," ujar Emil usai mendampingi kunjungan presiden di Mal Summarecon Bekasi.

Mengenai adanya pengunjung yang ikut hadir di dalam mal, Emil mengklarifikasi bahwa memang sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan, gerai makanan pokok dan obat-obatan diizinkan beroperasi. Hal itu lah yang disinyalir membuat ada pengunjung saat kunjungan Jokowi hari ini.

"Kenapa ada orang hari ini? Karena sejak PSBB pun urusan makanan dan obat-obatan memang buka. Di luar makanan dan obat tidak boleh. Bahan pokok pangan ya, makanan. Kira-kira begitu," katanya.

Pengelola Mal Summarecon Bekasi pun sudah mengklarifikasi melalui media sosialnya. Dalam unggahan di instagram, pengelola menegaskan bahwa saat ini mal masih tutup. Pengelola menyebut sedang menyiapkan protokol kenormalan baru sebelum dibuka resmi pada 8 Juni mendatang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA