Muslim Inggris Maraton Saat Puasa Demi Penggalangan Dana

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

 Selasa 26 May 2020 10:46 WIB

Muslim asal Coventry Inggris galang dana dengan lari maraton. Para pelari menyusuri lintasan dalam satu kompetisi maraton (Ilustrasi) Foto: AP PHOTO Muslim asal Coventry Inggris galang dana dengan lari maraton. Para pelari menyusuri lintasan dalam satu kompetisi maraton (Ilustrasi)

Muslim asal Coventry Inggris galang dana dengan lari maraton.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Seorang pria dari Coventry Inggris, Haroon Mota, berlari 260 kilometer (161,5 mil) saat puasa selama Ramadhan. Ia telah mengumpulkan 52 ribu pound untuk amal.

Baca Juga

Mota mengucapkan terima kasih atas dukungan yang dia dapatkan. Hasilnya, Mota dapat menggandakan dana, dari target 25 ribu pound pada pekan terakhir dari versi tantangan 2.6.

Sebelum penerapan 'lockdown', pria berusia 34 tahun itu berencana menjalankan empat maraton utama dunia untuk Lembaga amal Penny Appeal.

Mota berlari 10 kilometer setiap malam selama puasa 16 hingga 18 jam. Ia mengaku bersemangat terkait dengan tujuan yang ingin Mota capai. 

Adapun Mota merupakan kepala acara tantangan di badan amal yang membantu orang-orang miskin di seluruh dunia. Ini juga termasuk orang-orang rentan yang terkena dampak krisis virus corona.

"Tanggapan kami terhadap pandemi ini termasuk mendistribusikan paket makanan dan paket kebersihan untuk orang tua yang terisolasi di Inggris," kata Mota dilansir dari laman BBC, Selasa (26/5).

Dia berencana untuk lari maraton di Berlin, London, Chicago dan New York, sebelum acara-acaranya dibatalkan karena pandemi.

Tetapi ia terinspirasi untuk mengambil jarak 260 kilometer sebagai bagian dari tantangan 2.6. Sebuah tantangan yang didirikan untuk mengumpulkan uang bagi badan amal, yang telah kehilangan peluang penggalangan dana karena pembatalan acara besar.

Mota pergi berlari sekitar 19.00 GMT waktu setempat setiap malam. Jam tersebut bertepatan dengan matahari terbenam sehingga ia bisa menikmati berbuka puasa.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X