Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Lima Negara Dukung Gencatan Senjata di Afghanistan

Ahad 24 May 2020 23:31 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Hasanul Rizqa

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Foto: aljazirah
Pihak pemerintah Afghanistan dan Taliban sepakat, tiga hari gencatan senjata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para menteri luar negeri dari lima negara, yakni Jerman, Indonesia, Norwegia, Uzbekistan, dan Qatar, telah mengeluarkan pernyataan bersama. Isinya berupa dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Taliban dan pemerintah Afghanistan. Kedua belah pihak yang bertikai setuju selama tiga hari hari raya Idul Fitri untuk tak mengadakan konflik senjata.

Baca Juga

"Kelima negara kami menyambut hangat pengumuman oleh pemerintah Afghanistan dan Taliban tentang gencatan senjata selama hari raya Idul Fitri. Kami mengucapkan selamat Idul Fitri kepada semua warga Afghanistan," ujar pernyataan bersama kelima negara, seperti dikutip Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Ahad (24/5).

Kelima negara menyampaikan pandangan yang sama. Gencatan senjata adalah langkah maju yang positif yang pasti memberi alasan bagi harapan perdamaian di Afghanistan. Rakyat Afghanistan layak untuk mengakhiri kekerasan serta perdamaian dan stabilitas yang bermartabat.

"Kami mendorong para pihak untuk mengambil langkah lebih lanjut di hari-hari dan minggu-minggu ke depan untuk memasuki, tanpa penundaan, negosiasi intra-Afghanistan yang bertujuan untuk mengamankan penyelesaian damai yang tahan lama yang mengakhiri konflik di Afghanistan," kata pernyataan tersebut.

Mengingat seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk gencatan senjata global di tengah pandemi Covid-19, kelima negara mendesak pengurangan kekerasan yang permanen dan komprehensif untuk membawa bantuan yang bertahan lama kepada penduduk Afghanistan.

Dalam kaitan ini, Jerman, Indonesia, Norwegia, Uzbekistan dan Qatar juga mendorong langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kelompok dan individu yang rentan, termasuk tahanan, dari pandemi.

Ketika negara-negara yang berpikiran sama memutuskan untuk bekerja sama dalam dukungan negara-negara tersebut bagi proses perdamaian inklusif di Afghanistan, kelima negara itu menegaskan siap membantu proses tersebut dengan cara apa pun yang diinginkan oleh para pihak.

"Kami mengambil peluang ini untuk disetujui dan disetujui, semua pihak terkait, termasuk Qatar dan Amerika Serikat, dalam mendukung proses perdamaian di Afghanistan," tutup pernyataan bersama kelima negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA