Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Pandemi, Kami Mengalahkanmu I: Lahirnya Imam Muda

Ahad 24 May 2020 19:33 WIB

Red: Ilham Tirta

Ilustrasi anak muda mengimani shalat.

Ilustrasi anak muda mengimani shalat.

Foto: Narendra Shrestha/EPA-EFE
Jilan adalah seorang santri dan menghafal 9 juz Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID,  BATAM -- Jilan Egha Barry menarik nafas sedikit berat, sebelum melafalkan takbir, memimpin shalat bagi ayah, ibu, bibi dan adiknya Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah.
                               
"Allahu akbar..."

Anak berusia 14 tahun itu menjadi Imam Shalat di Hari Raya kemenangan umat Islam, di kediamannya sendiri di Kota Batam Kepulauan Riau, Ahad. Pandemi Covid-19 memaksa jutaan Muslim di dunia untuk tetap menjalankan ibadah #dirumahsaja. Termasuk di Kota Batam, yang menjadi zona merah Covid-19.
                               
Masyarakat Muslim mendirikan shalat dalam kelompok-kelompok kecil keluarga. Masjid tidak menggelar shalat berjamaah demi memutus mata rantai penularan virus mematikan.
                               
Memang, Shalat Idul Fitri hukumnya sunat, tidak diharuskan. Tapi, rasanya tidak berlebaran, kalau tidak menjalankannya. Maka, banyak keluarga Muslim bersiap menggelar Shalat Id berjamaah di kediaman masing-masing.
                               
Bila sebelumnya mereka hanya menjadi makmum dan mengikuti arahan imam. Maka kini setiap kepala keluarga bertanggung jawab atas terlaksananya Shalat Id di rumahnya.
                               
Begitu pun di kediaman sastrawan ternama, Ramon Damora di Kota Batam.
                               
Imam muda
                               
Sambil menahan senyum, adik Jilan, Jazzy Rayshad Nadim mengajak makmum mendirikan Shalat Id, dalam bahasa Arab. Nampaknya dia malu-malu menjalankan tugasnya sebagai bilal.
                               
Jilan, sang imam muda pun berdiri. Membenarkan letak peci dan celana. Menengok ke belakang, memastikan shaf yang didirikan ayah, ibu, bibi dan adiknya rapat sesuai sunat.
                               
"Allahuakbar...! Shalat dimulai.
                               
Setelah 7 kali takbir, Jilan membaca Al Fatihah dan Al'laa dengan lancar, relatif tanpa cacat. Pada rakaat kedua, ia pun melafalkan surat Al Ghasyiyah, usai 5 kali takbir.
                               
Bukan tanpa alasan memang, Jilan dipilih menjadi imam Shalat Id di keluarga kecil itu. Jilan merupakan santri di sebuah pondok hafiz di Bogor Jawa Barat. Kini pun ia telah menghafalkan 9 dari 30 juz Alquran.
                               
"Dia sudah balig, sudah cukup syaratnya," kata Ramon Damora, sang ayah.
                               
Bagi Ramon, untuk menjadi imam tidak perlu yang lebih tua. Meski anaknya baru menginjak remaja, tapi ia menilai sang bujang mampu, dengan bekal ilmu yang didapatnya di pesantren.
                               
Maka ia pun mempersilahkan sang putra memimpin keluarganya. Tanpa sungkan, Ramon mengikuti arahan imam shalat.
                               
"Ini sekaligus latihan menjadi pemimpin, melatih keberanian. Menjadi catatan di hidupnya kelak, ada Shalat Id rumah," kata dia.
                               
Ramon pun mengambil bagian, menjadi khatib Shalat Id, sesuai dengan kesepakatan keluarga.
                               
Ramon dan istri memutuskan untuk menyiarkan secara langsung pelaksanaan Shalat Id di kediamannya di media sosial. "Ini pengalaman baru bagi keluarga kami. Luar biasa, semuanya sempat deg-degan, termasuk ibunya. Manalah tahu salah-salah. Berdebar-debar rasanya," kata dia.
                               
Beberapa hari sebelum Lebaran, ia sengaja menyempatkan waktu mempelajari tata cara Shalat Id bersama keluarga. Mendengarkan ceramah sejumlah ustadz dan membaca semua referensi yang tersedia, baru kemudian memutuskan, bagaimana melaksanakan ibadah istimewa itu.
                               
Keluarga Ramon pun sempat latihan untuk memantapkan pelaksanaan ibadah.
                               
"Kita latihan, sambil cari tahu di Google. Selama ini sudah tahu juga, tapi terbatas. Selama ini melihat dari jauh bagaimana persiapannya," kata dia yang pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.

Pandemi, Kami Mengalahkanmu II: Shalat Id tak Terlupakan
                               

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA