Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

IAKMI: Adaptasi Budaya Kunci Kehidupan Normal Baru

Sabtu 23 May 2020 22:35 WIB

Red: Agung Sasongko

Seorang pria Arab Saudi jogging dengan mengenakan masker selama periode lockdown atau karantina wilayah akibat Covid-19.

Seorang pria Arab Saudi jogging dengan mengenakan masker selama periode lockdown atau karantina wilayah akibat Covid-19.

Foto: Reuters
Proses adopsi-adaptasi budaya kehidupan menjadi penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan proses adopsi dan adaptasi budaya menjadi kunci memasuki era kehidupan normal baru, di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus corona jenis baru (COVID-19).

"Dari sisi kesehatan 'new normal' (kehidupan normal baru) adalah paradigma kesehatan untuk 'struggle for life' (bertahan hidup). Bukan isu besar tetapi perlu adopsi-adaptasi tata kehidupan," kata Ketua Dewan Pakar IAKMI Adang Bachtiar kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (23/5).

Pandemi COVID-19, katanya, mungkin tidak selesai secepatnya, karena vaksin dan obat khusus untuk COVID-19 belum ditemukan. Bahkan, katanya, ahli di Badan Kesehatan Dunia mengatakan virus corona mungkin tidak akan pernah hilang.

Oleh karena itu, kata dia, proses adopsi-adaptasi budaya kehidupan menjadi penting dikuasai setiap individu dan kelembagaan. "Terpenting adalah adopsi-adaptasi semua kelembagaan kehidupan," katanya.

Adang menuturkan mobilisasi penduduk juga akan disertai beberapa aturan di antaranya untuk memastikan sehat sebelum keluar, jaga jarak, termasuk dalam kendaraan dan pesawat, serta penggunaan masker untuk melindungi dari droplet yang keluar saat bicara.

Proses adopsi-adaptasi tersebut dilakukan antara lain di sekolah, kampus, pelayanan kesehatan, dan industri.

Di sekolah, katanya, anak-anak tetap menggunakan kebiasaan jaga jarak (social dan physical distancing), mencuci tangan, mendeteksi kasus secara rutin dan dukungan pelayanan kesehatan kuratif yang responsif dan adaptif.

Adang juga mengatakan kampus harus mulai memikirkan kegiatan di luar kampus dengan keterampilan hidup di masyarakat.

Pelayanan kesehatan menjadi semakin penting terutama untuk upaya promotif dan preventif dan menggunakan internet dalam fokus memberdayakan individual, keluarga dan masyarakat.

Menurut Adang, bekerja dari rumah menjadi budaya baru yang akan semakin efektif di tengah pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi kehidupan normal yang baru, di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan COVID-19 sehingga protokol kesehatan akan terus diterapkan secara ketat dalam waktu mendatang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA