Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

1.000 Orang Berkumpul Saksikan Laga Sepak Bola di Swiss

Sabtu 23 May 2020 21:17 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Agung Sasongko

Liga Swiss (Ilustrasi)

Liga Swiss (Ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/Peter Schneider
Awalnya pemerintah pun otiritas setempat telah melarang kedatangan suporter.

REPUBLIKA.CO.ID,  LAUSANNE -- Tersiar kabar hampir 1.000 orang dilaporkan menyaksikan pertandingan sepak bola di Lausanne, Swiss. Meski pada awalnya pemerintah pun otiritas setempat telah melarang para penggemar sepak bola untuk hadir menyaksikan suatu pertandingan.

Dilansir RTS, Sabtu (23/5) kegiatan berkumpul terjadi di salah satu arena sepak bola pada Kamis (21/5) waktu setempat di wilayah Boveresses, pinggir utara Lausanne.

Kelompok itu melakukan pelanggaran yang diberlakukan oleh pemerintah Swiss terkait menangkal penyebaran virus corona.

Adapun, pertandingan yang mempertemukan antara tim kota Lausanne dan Yverdon disaksikan oleh para penonton yang baru berusia 16 tahun hingga 20 tahun.

Tidak jelas apakah para pemainnya adalah anggota klub sepak bola atau bukan. Namun, Gilbert Carrad, presiden asosiasi sepakbola Vaud, mengatakan kepada RTS bahwa ia tidak mengetahui pertandingan tersebut.

"Acara ini dilaporkan diselenggarakan melalui media sosial, terutama snapchat. Kami tahu ada sesuatu yang diatur melalui media sosial, tetapi lokasinya berubah beberapa kali, sehingga sangat sulit untuk dicegah," jelas Antoine Golay, juru bicara Kepolisian Lausanne.

Secara ekonomi, sepak bola dan industri lainnya telah terpukul akibat pandemi virus corona. Pada April 2020, pengangguran meningkat lebih tajam di antara mereka yang berusia 20 dan 24 tahun dibandingkan kelompok usia lainnya, mencapai 4,4% di Swiss yang berbahasa Prancis dan Italia.

Sementara itu, pemerintah Swiss tetap memberlakukan bahwa mereka meminta masyarakat tidak boleh mengadakan perkumpulan atau kegiatan yang mengundang banyak orang hingga 8 Juni 2020 mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA