Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Jamaah Salafiyah di Jatim Merayakan Lebaran Hari Ini

Sabtu 23 May 2020 16:51 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Anggota Jamaah Salafiyah menunaikan shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah di masjid  Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin, Sabtu (23/5).

Anggota Jamaah Salafiyah menunaikan shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah di masjid Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin, Sabtu (23/5).

Foto: Dok ponpes
Selain Magetan, anggota Jamaah Salafiyah berasal dari Ngawi, Madiun, dan Ponorogo.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Ratusan anggota Jamaah Salafiyah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur merayakan Lebaran dengan menunaikan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah pada Sabtu (23/4), atau lebih awal sehari dari ketetapan pemerintah.

Mereka berbondong-bondong mendatangi masjid di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin di Kecamatan Takeran, Magetan guna melaksanakan shalat tersebut dengan imam KH Zuhdi Tafsir. Tidak hanya dari Magetan, para anggota Jamaah Salafiah tersebut juga datang dari Ngawi, Madiun, dan Ponorogo.

"Alhamdulillah kami hari ini sudah melaksanakan Shalat Id lebih awal dari penetapan pemerintah," ujar Pengasuh Pesantren Sabilil Muttaqin KH Zuhdi Tafsir, Sabtu.

Zuhdi menjelaskan, Jamaah Salafiah menetapkan Idul Fitri 1441 Hijriah pada 23 Mei 2020 berdasarkan metode atau rumus sejak dahulu yang menjadi pedoman pesantren, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat.

Menurut Zuhdi, berdasarkan rumus tersebut, penentuan 1 Syawal dilakukan pada malam ke-22 Ramadhan. Apabila bulan terlihat cekung, maka puasanya hanya selama 29 hari, sedangkan apabila bulan terlihat cembung maka puasanya selama 30 hari. "Tahun ini, berdasarkan rumusan tersebut bulan terlihat cekung, sehingga puasa hanya 29 hari. Jadi 1 Syawal jatuh hari ini atau lebih awal dari penetapan pemerintah," katanya.

Kendati sudah merayakan Lebaran, pihaknya selalu mengimbau anggota jamaahnya untuk tetap menghormati umat Muslim yang masih menjalankan ibadah puasa. "Kami imbau masyarakat di sekitar pesantren untuk tidak terlalu berlebihan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Terlebih, saat ini masih dalam situasi wabah Covid-19," tutur Zuhdi.

Usai menjalankan shalat, ratusan anggota jamaah langsung membubarkan diri untuk merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA