Sabtu 23 May 2020 11:10 WIB

Sebagian Warga Nagan Raya Sudah Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Metode penentuan Idul Fitri menggunakan metode hisab (hitungan) bilangan lima.

Jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (23/5/2020). Jamaah Syattariah melaksanakan shalat Idul Fitri lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah karena didasarkan pada metode hisab Urfi Khumasi atau bilangan lima dalam kitab Tajul Muluk yang dianut jamaah Syattariah.
Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan Desa Peuleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (23/5/2020). Jamaah Syattariah melaksanakan shalat Idul Fitri lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah karena didasarkan pada metode hisab Urfi Khumasi atau bilangan lima dalam kitab Tajul Muluk yang dianut jamaah Syattariah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Umat Islam pengikut Thariqat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu (23/5)  pagi, sudah merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah. Perayaan tersebut ditandangi dengan pelaksanaan Shalat Id di Komplek Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah, setelah berpuasa sebulan penuh selama tiga puluh hari," kata cucu kandung Abu Habib Muda Seunagan, Teuku Raja Keumangan, Sabtu (23/5).

Menurutnya, pelaksanaan Shalat Id dilakukan setelah umat muslim melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Ia menjelaskan pelaksanaan hari raya ini dilakukan setelah pelaksanaan puasa Ramadhan tuntas dilakukan selama satu bulan penuh, sesuai dengan tuntunan Alquran dan hadits sahih.

"Metode pelaksanaan puasa Ramadhan dan penentuan Hari Raya Idul Fitri, menggunakan metode hisab (hitungan) bilangan lima, sesuai yang tertera dalam kitab," kata Teuku Raja Keumangan.

Meski dirayakan berbeda, ia berharap perbedaan ini semakin mempersatukan umat muslim di Aceh dan Tanah Air, dalam keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement