Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Komisi VI Dukung Menteri BUMN Revitalisasi Pelabuhan Benoa

Sabtu 23 May 2020 07:07 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil (kiri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Doso Agung (kanan) saat meninjau rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil (kiri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Doso Agung (kanan) saat meninjau rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Pelabuhan Benoa bukan di kawasan Teluk Benoa yang sampai saat ini masih diributkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, I Nyoman Parta menyampaikan sebagai mitra kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung rencana Menteri BUMN Erick Thohir merevitalisasi Pelabuhan Benoa. Menurutnya, dengan menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai bagian integrasi untuk mendongkrak sektor pariwisata yang sedang terpuruk akibat Covid-19.

"Saya memberikan dukungan. Saya berharap walaupun keuangan negara sedang tergerus untuk penanganan Covid-19, rencana pembangunan Pelabuhan Benoa harus tetap direalisasikan," ujar Nyoman Parta, dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Lebih jauh, Nyoman mengatakan, masalah kapasitas Bandara Ngurah Rai yang tidak lagi memadai menampung jumlah wisatawan, bisa menjadi solusi apabila Bandara Ngurah Rai bisa terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa. "Airport kita kecil. Tidak bisa memenuhi besarnya animo ke Bali. Apalagi kondisi existing hari ini, Pelabuhan Benoa memang tidak layak,"  tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah perlu melakukan sosialisasi di masyarakat agar tidak terjadi hal tidak diinginkan, seperti penolakan di masyarakat.  Soal kemungkinan adanya penolakan di masyarakat seperti rencana reklamasi Teluk Benoa yang sampai saat ini sikap masyarakat tetap keras menolak, Nyoman Parta menegaskan, Pelabuhan Benoa tidak ada kaitannya dengan kawasan Teluk Benoa. 

"Jadi memang ini suatu kebutuhan. Tapi Pelabuhan Benoa lokasinya di kawasan Pelindo," ujarnya.

Nyoman Parta mengaku, sikapnya tidak berubah soal rencana reklamasi Teluk Benoa yang tetap menolak menjadikan kawasan konservasi Teluk Benoa menjadi kawasan pemanfataan atau kegiatan bisnis. Menurutnya, pelabuhan Benoa bukan di kawasan Teluk Benoa yang sampai saat ini masih diributkan itu. Kalau reklamasi itu memang saya juga tidak setuju.

Untuk diketahui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang berencana akan membangun Pelabuhan Benoa di Bali mirip seperti Bandara Changi di Singapura. Revitalisasi Pelabuhan Benoa tersebut akan difokuskan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Erick juga mengatakan ke depannya, Pelabuhan Benoa akan terintegrasi dengan Bandara Ngurah Rai. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA