Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

PRI Sosialisasikan Teknik Penyembuhan Covid-19

Sabtu 23 May 2020 05:41 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Pengurus Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) melakukan instalasi kemampuan terapi Bioenergi listrik statis (Bioantivirus) kepada masyarakat.

Pengurus Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) melakukan instalasi kemampuan terapi Bioenergi listrik statis (Bioantivirus) kepada masyarakat.

Foto: Dok. PRI
Permintaan instalasi energi antivirus inu telah melampaui angka 13.000.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebagai perkumpulan profesi tenaga kesehatan tradisional (HatTra) berbasis keterampilan olah energi atau olah pikir yang berbadan hukum dan terdaftar resmi di Kementerian Kesehatan, Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) terus berupaya membantu penanganan pandemi virus corona yang melanda Indonesia.

Seluruh jajaran kepengurusan PRI melakukan sosialisasi instalasi kemampuan antivirus ke berbagai kalangan. Sosialisasi ini, diklaim diterima dengan cukup baik oleh masyarakat. Ini terbukti dengan total seluruh permintaan untuk mendapatkan instalasi energi antivirus telah melampaui angka 13.000.  

Ketua Pelaksana Harian PRI, Irwan Effendi mengatakan, permintaan berasal dari perorangan secara pribadi, perusahaan swasta, pengurus desa, kelompok penghayat, petugas dinas perhubungan, kepolisian, rumah sakit, bahkan dari dinas kesehatan.

“Alhasil PRI mendapat tanggapan yang sangat positif mengenai efektivitas terapi bioenergi listrik statis (bioantivirus) di lapangan dalam menyembuhkan demam berdarah, influenza, chikunguya, dan Covid-19,” kata Irwan di Jakarta, Jumat (22/5). 

Tercatat, kata dia, total 18 orang yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 telah diterapi menggunakan energi antivirus ini. Hasilnya 17 orang dinyatakan negatif dalam waktu tiga hari setelah pertama kali diterapi. 

Total lama dirawat sampai dinyatakan sembuh kurang dari enam hari. Hal ini bisa dibandingkan akan media perawatan dengan obat yang membutuhkan 14 hari untuk bisa dinyatakan negatif. 

“Sementara ada 1 orang tidak berhasil disembuhkan karena kondisinya sudah terlalu parah dan  dirawat selama seminggu sebelum PRI dihubungi. Dengan demikian sejauh ini tingkat kesembuhan untuk orang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 adalah 94 persen,” ungkap Irwan yang juga Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PRI.

Selain itu, kata dia, ada 194 orang berstatus PDP, dengan 129 diantaranya dinyatakan negatif dalam 4 hari sejak pertama kali diterapi, 62 dinyatakan negatif antara 5-8 hari sejak pertama kali diterapi, sementara 3 orang tidak memberikan kabar lanjutan. 

“Jadi tingkat keberhasilan di kalangan PDP adalah 98 persen dan jika digabung dengan yang berstatus positif, tingkat keberhasilan adalah 208 dari 212 atau 98 persen,” kata dia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA