Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

India Catat Lonjakan Kasus Baru Saat Lockdown Dilonggarkan

Sabtu 23 May 2020 04:28 WIB

Red: Friska Yolandha

Sejumlah warga mengenakan masker saat menaiki transportasi umum ketika masa lockdown diperpanjang di Kochi, India, Senin, (18/5). India mencatat sekitar 6.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah warga mengenakan masker saat menaiki transportasi umum ketika masa lockdown diperpanjang di Kochi, India, Senin, (18/5). India mencatat sekitar 6.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Foto: AP/R S Iyer
India mencatat sekitar 6.000 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- India pada Jumat (22/5) mencatat sekitar 6.000 kasus baru Covid-19. Ini merupakan lonjakan terbesar di negara tersebut dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga

Lonjakan itu terjadi saat New Delhi melonggarkan penguncian nasional. Penerbangan domestik bersiap kembali beroperasi.

Negara berpenduduk 1,3 juta orang itu melaporkan total lebih dari 118.000 kasus pada Jumat. Angka itu naik lima persen dari jumlah sebelumnya. Sementara itu, total kematian mencapai 3.583 jiwa.

Perdana Menteri Narendra Modi memperpanjang karantina wilayah, yang dimulai pada 25 Maret, sampai 31 Mei. Namun, pihaknya melonggarkan aturan di sejumlah daerah dengan jumlah kasus yang lebih rendah dan mengizinkan pemerintah negara bagian untuk mengeluarkan protokol mereka sendiri atas sejumlah aspek.

Maskapai India akan diizinkan kembali beroperasi dengan sekitar sepertiga penerbangan mulai Senin (26/5). Namun, maskapai hanya boleh melakukan penerbangan rute domestik dan di bawah aturan, yang termasuk paling ketat di dunia.

"Lonjakan kasus ini terjadi setelah pergerakan masyarakat sebagian besar dilonggarkan. Namun kalau kita lihat secara keseluruhan, ini adalah gambaran eksponensial yang jauh lebih rendah dibandingkan negara lain," kata Giridhar Babu, profesor epidemiologi Yayasan Kesehatan Masyarakat India.

"Kini satu-satunya pertanyaan adalah bagaimana kita mengurangi angka kematian? Apakah kita mampu? Jawabannya sepertinya ya," kata Babu.

Zona merah penularan di India mencakup Ibu Kota New Delhi, pusat bisnis Mumbai, kampung halaman Modi, Gujarat dan Negara Bagian Tamil Nadudi selatan.

"Bangsal Covid-19 penuh selama beberapa pekan belakangan, dan kami meningkatkan kapasitas agar memungkinkan menerima pasien lebih banyak," kata Dr. Lancelot Pinto, respirolog di Rumah Sakit PD Hinduha di Mumbai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA