Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wall Street Dibuka Melemah Akibat Ketidakpastian Pandemi

Sabtu 23 May 2020 03:51 WIB

Red: Andri Saubani

Bursa Efek New York, Wall Street

Bursa Efek New York, Wall Street

Foto: AP
Angka pengangguran AS mencapai 2,438 juta akibat pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada hari Jumat (22/5) waktu setempat. Penyebabnya adalah karena investor tengah bergulat dengan ketidakpastian pandemi Covid-19.

Tak lama setelah bel pembukaan Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 18,23 poin atau 0,07 persen menjadi 24.455,89. Indeks S&P 500 menurun 2,41 poin atau 0,08 persen menjadi 2.946,10 dan Indeks Komposit Nasdaq merosot 4,28 poin, atau 0,05 persen menjadi 9.280,60.

Investor terus mencerna beberapa data ekonomi utama. Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (21/5) klaim angka pengangguran awal AS mencapai 2,438 juta dalam pekan yang berakhir Sabtu.

Selama sembilan pekan terakhir, lebih dari 38 juta orang Amerika telah mengajukan klaim asuransi pengangguran, karena ekonomi terus berputar sekitar pandemi Covid-19. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada Kamis (21/5) bahwa, ekonomi AS menghadapi tingkat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari wabah virus corona.

"Kami sekarang mengalami tingkat ketidakpastian yang sama sekali baru, seperti sebuah pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh virus itu yang memperumit outlook," kata Powell pada acara virtual Fed.

Kepala bank sentral AS itu mengatakan sementara bebannya meluas, "Mereka yang menanggung dampak kejatuhan adalah mereka yang paling tidak sanggup menanggungnya."

Lebih dari 1,57 juta kasus Covid-19 di AS telah dilaporkan pada Jumat pagi waktu setempat, dengan lebih dari 94.700 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins. Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada hari Kamis dengan Indeks Dow Jones turun lebih dari 100 poin.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA