Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Ekonomi Lesu, Sektor Konstruksi Dinilai Masih Punya Peluang

Jumat 22 May 2020 21:47 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor

Suasana aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Jakarta, Kamis (14/5).

Suasana aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Jakarta, Kamis (14/5).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Lembaga riset bisnis BCI Asia menilai, sektor konstruksi masih memiliki peluang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga riset bisnis BCI Asia menyatakan, sektor konstruksi di Tanah Air masih memiliki peluang meski perekonomian nasional tengah melambat karena Covid-19. Berdasarkan riset yang dilakukan penyedia layanan informasi proyek konstruksi di Asia Pasifik tersebut, masih ada proyek berjalan pada kuartal II 2020.

Hal itu baik proyek konstruksi di sektor residensial, hotel, maupun industri. "ini merupakan peluang bagi para pelaku proyek sebagai mitra BCI Asia," ujar Ronal melalui siaran pers yang diterima Republika pada Jumat (22/5). 

Pada sektor residensial, kata dia, diperkirakan proyek baru atau new contract selama delapan bulan ke depan sebesar Rp 30,48 Triliun, termasuk di sektor landed house dan apartemen. Menurut Ronal, para pengembang memiliki penilaian khusus. 

Sehingga, perlambatan yang terjadi di awal ini dinilai hanya bersifat sementara akibat pandemi. Ia menyebutkan, ada hal besar yang ingin mereka raih. Pertama, lonjakan besar populasi umur produktif dan kedua, populasi milenial sebesar 33,7 persen atau sebesar 88 juta dari total populasi nasional. 

"Untuk sektor hotel memiliki korelasi dengan penurunan jumlah okupansi hotel sejak tiga bulan terakhir. Banyak pemilik hotel yang menghentikan proyeknya sementara mengingat belum stabilnya kondisi pembatasan mobilisasi massa atau PSBB," jelasnya. 

Ronal mengatakan, proses pembangunan hotel diprediksi akan dilanjutkan hingga situasi normal. "Situasi normal diprediksi kuartal IV 2020," ujar dia. 

Terkait sektor industri, ia mengatakan, sejak awal tahun fiskal 2020, banyak pengamat memproyeksi sektor industrial akan begitu pesat. Bahkan, diprediksi naik 44,4 persen tahun ini.

BCI Asia menyebutkan, ada beberapa faktor pendukung sektor konstruksi. Pertama, peningkatan konsumsi masyarakat, kedua terjadi shifting pola konsumsi sejak 2018, dari tradisional ke online sehingga pelaku bisnis membutuhkan hub-hub baru supaya bisa menjangkau seluruh area di Tanah Air. Lalu ketiga yakni pengaruh dari jalur infrastruktur yang telah di bangun seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan jalan tol.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA