Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Pesepak Bola Diminta Terbuka Soal Kesehatan Mental

Jumat 22 May 2020 21:00 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Agung Sasongko

Grant Hanley (kanan) mengganjal Tammy Abraham pada pertandingan Liga Inggris antara Norwich City melawan Chelsea di Carrow Road Stadium, Norwich, Inggris, Sabtu (24/8).

Grant Hanley (kanan) mengganjal Tammy Abraham pada pertandingan Liga Inggris antara Norwich City melawan Chelsea di Carrow Road Stadium, Norwich, Inggris, Sabtu (24/8).

Foto: Joe Giddens/PA via AP
Dunia sepak bola profesional layaknya roller coaster.

REPUBLIKA.CO.ID, NORWICH CITY -- Kapten Norwich City, Grant Hanley, berharap, para pesepakbola bisa terbuka dan mau mengungkapkan kegelisaan dan perasaan yang tengah mereka rasakan, terutama saat dinilai bermain buruk dan mendapatka hasil minor di atas lapangan. Ajakan ini merupakan salah satu bagian dalam kampanye dalam Pekan Kesadaran Kesehatan Mental.

Bek asal Skotlandia itu mengungkapkan, dunia sepak bola profesional layaknya roller coaster. Ada kalanya pesepakbola bisa di posisi teratas dan kondisi terbaik mereka, tapi kondisi itu bisa berubah dengan drastis secara cepat. Satu kegagalan bisa mengakibatkan kegagalan lain.

Untuk itu, kata Hanley, salah satu aspek utama yang harus dimiliki pesepakbola profesional adalah kekuatan mental. ''Akan selalu ada titik terendah dan titik tertinggi dalam karier pesepakbola pfofesional. Jadi, Anda tidak bisa membiarkan Anda terlalu senang saat berada di titik tertinggi dan sebaliknya,'' kata Hanley dalam wawancara kepada Premier League seperti dikutip Sky Sports, Jumat (22/5).

Eks bek Newcastle United itu pernah mengalami fase terendah pada musim ini. Hanley tercatat sebagai pencetak gol pertama di pentas Liga Primer Inggris, tepatnya saat Norwich City menghadapi Liverpool, Agustus silam. Namun, bukannya mencetak gol ke gawang lawan, tapi bek berusia 28 tahun itu malah merobek gawangnya sendiri.

''Dari segi psikologis dan mental, itu menjadi salah satu titik terendah saya di karier saya. Namun, saya selalu mengingat apa yang menjadi tujuan dan impian saya, yaitu bermain di Liga Primer Inggris. Hal ini cukup buat saya untuk bisa bangkit dan kembali berusaha keras memberikan yang terbaik,'' tutur mantan bek Newcastle United.

Tidak hanya itu, Hanley juga menyarankan kepada sesama pesepakbola profesional untuk terbuka dengan orang lain terkait perasaan dan kegelisahan yang mereka miliki. Hal ini demi mengurangi tingkat dan potensi stress yang dialami oleh para pemain, sekaligus menjaga kesehatan mental dalam kondisi terbaik.

''Sangat penting untuk berbicara soal perasaan dan apa yang telah Anda lewati. Ini bisa menjadi terapi buat Anda. Di sisi lain, penting pula untuk bertanya kabar orang lain ataupun menawarkan bantuan yang kita bisa kepada orang lain. Saya rasa, kebaikan dan sedikit perhatian juga bisa membantu kita melewati kesulitan,'' kata Hanley.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA