Doa Kapolri dan Panglima TNI di Penghujung Ramadhan

Red: Teguh Firmansyah

Jumat 22 May 2020 19:08 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) berjalan bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (ilustrasi). Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) berjalan bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyampaikan, meskipun tidak bertemu langsung dengan sanak keluarga dalam suasana Lebaran tahun ini akibat pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap saling mendoakan dari kejauhan.

Idham pun berdoa agar keberkahan selalu diberikan kepada masyarakat Indonesia hingga bisa bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya dengan suasana lebih baik.

Baca Juga

“Walau berjauhan, tetap saling mendoakan. Keberkahan dan kesehatan serta dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya,” kata Idham melalui siaran pers, di Jakarta, Jumat.

Senada, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengingatkan agar masyarakat tetap bersilaturahmi dengan hati yang tulus meskipun tanpa berjabat tangan. "Tidak terasa Ramadhan akan segera berlalu. Diiringi doa, semoga puasa kita diterima Allah SWT. Kita bersilaturahmi yang tulus tanpa berjabat tangan," kata Hadi dalam video ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Pelaksanaan puasa Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran masih mewabah virus Covid-19 di Indonesia. Pemerintah pun melarang dilaksanakannya mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19 ke daerah-daerah.

Untuk memastikan larangan mudik dipatuhi masyarakat, Polri menggelar Operasi Ketupat 2020. Melalui operasi ini, Polri mencegah warga yang masih nekat mudik dan memberikan sanksi putar balik kembali ke rumah.

Korlantas Polri mencatat selama 25 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 atau sejak 24 April hingga 18 Mei 2020, Polri telah memutarbalikkan sebanyak 52.076 kendaraan warga yang terindikasi mudik untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Data tersebut merupakan data akumulatif dari tujuh Polda, dari Lampung hingga Jawa Timur.

Terpopuler