Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Ayatollah Khamenei: Israel adalah Tumor yang Harus Dilawan

Jumat 22 May 2020 17:22 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Foto: EPA
Ali Khamenei menilai Palestina harus melanjutkan perlawanan terhadap Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meminta warga Palestina melanjutkan perlawanan terhadap Israel, Jumat (22/5). Dia mengatakan, Pemerintah Israel adalah tumor yang harus dikonfrontasi hingga warga Palestina dibebaskan.

"Perlawanan oleh Palestina harus terus ... berjuang untuk membebaskan Palestina adalah kewajiban dan jihad Islam ... Rezim Zionis (Israel) adalah tumor di wilayah tersebut," ujar Khamenei mengatakan dalam pidato secara daring.

Khamenei mengatakan, saat ini dunia fokus dengan perhitungan jumlah virus corona. Namun, dunia tidak mempertanyakan tanggung jawab atas ratusan korban meninggal, dipenjara, dan menghilang di Palestina dan negara-negara yang menjadi tempat perang untuk Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga

"Virus Zionis yang tahan lama akan dihilangkan," ujar Khamenei. Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya telah berulang kali menyerukan selama bertahun-tahun untuk mengakhiri pendudukan Israel, termasuk melalui referendum di wilayah tersebut.

Khamenei mengulangi seruan itu dalam pidatonya di Hari Quds, istilah Arab untuk Yerusalem, yang diadakan pada Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan. Acara tahunan ini diresmikan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Revolusi Iran tahun 1979.

Namun, penguasa tertinggi Iran itu harus membatalkan aksi unjuk rasa nasional tahunan yang menandai Hari Quds karena wabah virus corona. Iran adalah salah satu negara yang paling terpengaruh di wilayah Timur Tengah dengan 7.249 kematian dan total 129.341 infeksi. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA