MUI Papua Barat Imbau Umat Taati Pemerintah Soal Sholat Id

Red: Nashih Nashrullah

 Sabtu 23 May 2020 04:40 WIB

MUI Papua Barat mengimbau umat Islam menaati protokol pemerintah.Logo MUI MUI Papua Barat mengimbau umat Islam menaati protokol pemerintah.Logo MUI

MUI Papua Barat mengimbau umat Islam menaati protokol pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat mengajak warga Muslim menaati ulil amri (pemimpin negara/pemerintah) dalam penanganan coronavirus disaese (Covid-19) di daerah tersebut.

Baca Juga

"Ketaatan terhadap ulil amri ini cukup penting dalam menekan penularan Covid-19. Patuhi apa yang menjadi anjuran presiden, gubernur hingga bupati dan wali kota," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Ahmad Nautsrau, pada penyerahan bantuan pangan bagi para takmir masjid oleh Gubernur di Manokwari, Kamis (22/5).

Terkait pelaksanaan hari raya Idul Fitri, kata dia, pemerintah telah mengeluarkan daftar daerah yang masuk dalam zona merah, kuning, dan zona hijau. Untuk zona merah, warga Muslim diharapkan tidak melaksanakan sholat Id secara berjamaah baik di lapangan maupun masjid.

Ia menyebutkan, menindaklanjuti fatwa MUI pusat pihaknya pun telah mengeluarkan tausyiah sebagai pedoman pelaksanaan Idul Fitri di Papua Barat.

Di Papua Barat terdapat tujuh zona merah yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Manokwari, Manokwari Selatan dan Kabupaten Fakfak. Untuk tujuh daerah tersebut pelaksanaan solat Id dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Sedangkan di zona kuning dan hijau ibadah sholat id berjamaah bisa dilaksanakan, namun wajib dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan gugus tugas Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan," kata dia lagi.

Pada zona tersebut, lanjut Ahmad, setiap anggota jamaah akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Warga yang suhu tubuhnya tidak normal akan diminta untuk kembali pulang.

Ia menjelaskan bahwa, saat ini Indonesia dan sebagian besar negara di dunia sedang menghadapi masalah sulit pandemi. Sholat Id di rumah tidak mengurangi pahala dan kebaikan.

"Ini dalam rangka ikhtiar kita memotong mata rantai penularan Covid-19. Kerja sama kita dalam membantu pemerintah akan mempercepat bencana ini segera berakhir. Kalau sudah normal kita bisa beribadah seperti biasa," ucapnya lagi.

Pada kesempatan itu, dia juga mengutarakan, MUI Papua Barat juga sudah membentuk satuan tugas Covid-19, untuk membantu Pemda memberi pencerahan bagi umat Islam. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X