Jumat 22 May 2020 15:32 WIB

PSBB Berakhir, Pangdam: Dapur Umum Kodam Jalan Terus

Dapur umum Kodam Hasanuddin setiap hari menyajikan 2.000 bungkus untuk masyarakat.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka.
Foto: @kodamhasanuddin
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kendati masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar sudah berakhir pada Jumat (22/5), Kodam XIV/Hasanuddin tetap mengaktifkan dapur umum untuk menjangkau masyarakat terdampak wabah virus corona.

"Khusus dapur umum, kita masih akan teruskan hingga pandemi Covid-19 berakhir dengan rata-rata menyiapkan nasi siap saji 2.000 dos (bungkus)," kata Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka di sela pemberian bingkisan lebaran pada masyarakat dampingan di Makassar, Jumat.

Andi mengatakan, nasi dos tersebut setiap hari disebar untuk menjangkau masyarakat yang layak menerima bantuan diantaranya yang dirumahkan dari tempatnya bekerja karena dampak dari Covid-19.

Selain itu, kata dia, masyarakat yang perkonomiannya terpuruk akibat daya beli menurun juga menjadi salah satu sasaran pembagian nasi dos dari dapur umum yang diselenggarakan Kodam XIV/Hasanuddin. "Masih ada masyarkat yang belum terjangkau jaring pengaman sosial, inilah yang kita jangkau," kata Andi.

Sementara mengenai upaya mendukung petugas kepolisian dan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, pihaknya senantiasa mendukung pengamanan khususnya di wilayah batas kota dan kabupaten lainnya di Sulsel.

Andi mengatakan, Kodam Hasanuddin sudah memberikan masukan pada pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan khususnya perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros dan Gowa.

"Kita sudah memberikan masukan pada rekan-rekan dishub agar daerah perbatasan itu kita batasi terutama daerah yang masih hijau, kan kasihan kalau ada dari zona merah ke zona hijau," kata mantan staf ahli Bidang Ideologi dan Politik Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement