Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Hutama Karya Siapkan Skenario New Normal

Jumat 22 May 2020 13:24 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Citra Listya Rini

Hutama Karya

Hutama Karya

Foto: Hutama Karya
Hutama Karya menyambut new normal lewat pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) telah menyiapkan skenario new normal dalam proses pemulihan kembali aktivitas industri di tengah pandemi Covid-19 setelah dua bulan menjalankan kebijakan work from home (WFH).

Skenario tersebut disusun menindaklanjuti arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan Surat Edaran Menteri BUMN No.336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal Badan Usaha Milik Negara. 

"Skenario ini akan menjadi panduan karyawan dan segera diimplementasikan Hutama Karya selepas lebaran guna mengembalikan produktivitas kerja, pemulihan aktivitas ekonomi, hingga mempercepat penyelesaian proyek yang tengah digarap perusahaan," ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan di Jakarta, Jumat (22/5).

Fauzan mengatakan, dalam pelaksanaan skenario new normal, perusahaan akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Melalui tim tanggap darurat, Hutama Karya telah melengkapi protokol bekerja sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Protokol ini berlaku di seluruh unit kerja perusahaan baik di kantor pusat maupun di proyek. Fauzan melanjutkan, karyawan yang diizinkan work from office (WFO) pada tahap pertama ini adalah mereka yang berusia maksimal 45 tahun, sedang dalam kondisi sehat, dan dilengkapi dengan hasil rapid test nonreaktif Covid-19. 

Kata Fauzan, sebelum kembali bekerja di kantor, seluruh karyawan yang masuk ke dalam kategori diizinkan WFO akan melakukan rapid test terlebih dahulu.

Jika rapid test menunjukkan hasil nonreakif, maka akan diizinkan bekerja namun jika hasilnya adalah sebaliknya, maka karyawan tersebut akan dikarantina dan diproses melakukan swab test di rumah sakit sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. 

Selain itu, ucap Fauzan, persiapan Hutama Karya dalam menyambut new normal juga ditekankan pada pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi. Hal ini menjadi penting untuk memastikan seluruh proses bisnis konstruksi dapat tetap berjalan ditengah berbagai skenario yang mungkin terjadi saat pandemi Covid-19 masih mewabah. 

"Sejak diterapkannya kebijakan WFH di Hutama Karya, kami dengan cepat memanfaatkan teknologi digital dalam bekerja. Saat ini kami memiliki sistem aplikasi terintgerasi berbasis SAP untuk mendukung proses kerja," kata Fauzan. 

Fauzan menyebutkan, kemudahan yang ditawarkan Hutama Karya lewat teknologi digital ini beragam. Mulai dari proses absensi secara online dengan menggunakan aplikasi, tanda tangan dokumen secara digital, optimalisasi office 365, hingga sistem aplikasi Human Capital berbasis employee selfservice yang dapat diakses oleh seluruh pegawai. 

Fauzan menambahkan, neski nantinya sebagian pegawai akan kembali bekerja di kantor, namun Hutama Karya memastikan skenario new normal yang diterapkan akan benar-benar mengacu pada protokol kesehatan dan protokol bekerja yang dikeluarkan Satgas Covid-19.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA