Contoh Khutbah Idul Fitri: Bersama Lawan Covid-19

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

 Jumat 22 May 2020 12:43 WIB

Contoh Khutbah Idul Fitri: Bersama Lawan Covid-19. Sejumlah qari membaca Alquran untuk menandai Lailatul Qadar, salah satu malam paling suci bagi Muslim. Foto: Anadolu/Muhammed Furkan Güne? Contoh Khutbah Idul Fitri: Bersama Lawan Covid-19. Sejumlah qari membaca Alquran untuk menandai Lailatul Qadar, salah satu malam paling suci bagi Muslim.

Umat Islam diminta menjaga diri dari Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat KH Fuad Thohari

Baca Juga

Khutbah Pertama

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر،الله اكبر،الله اكبر

والحمدلله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا . اشهد ان لا اله الا الله واشهد أن محمداعبده ورسوله.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد فياايهاالحاضرون، اتقواالله أوصيكم واياب بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون قال الله تعالى فى كتابه الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. واتقوافتنةلاتفلحون قال الله ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب.

Jamaah Sholat Idul Fitri Yang Dimuliakan Allah

Pada pagi ini, 1 Syawal 1441 H. kita kembali melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri dalam keadaan sehat wal‘afiat, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tengah Pandemi Covid-19.

Kita perlu mengevaluasi diri (muhasabah) secara jernih dan objektif, serta berupaya sungguh-sungguh, agar amal ibadah yang telah dilaksanakan mendapatkan ridla Allah SWT dan memiliki nilai limpah pasca bulan Ramadhan tahun ini. Amin.

Hadirin/hadirat Jamaah Shalat Idul Fitri yang berbahagia

Pada hari ini tentu kita semua merasa lega dan bahagia, karena atas izin Allah SWT, kita berhasil menjalankan puasa Ramadhan melatih diri mengendalikan bisikan hawa nafsu dengan melakukan serangkaian ibadah, mulai: puasa wajib, shalat tarawih, tadarus Al Qur’an, i’tikaf, zakat, infak, sedekah, dan sebagainya yang semuanya dilaksanakan dengan nuansa dan suasana yang berbeda dengan tahun-tahun lalu akibat bencana pandemic Covid-19.

Di hari yang berbahagia dan fitri ini, kita dianjurkan menyebut nama Allah dengan mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil serta mengerjakan shalat sunnah Idul Fitri. Inilah yang dinyatakan Allah SWT dalam firman-Nya Surah al-A’la sebagai berikut:

قدافلح من أزمة (٤١) وذكراسم ربه فصلى (٥١)

Sesungguhnya Beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu ia bersembahyang.

Hadirin/hadirat Jamaah Shalat Idul Fitri yang berbahagia

Saling mendoakan, agar kembali mendapatkan fitrah kesucian sangat penting. Karena fitrah diri semacam inilah yang dapat memancarkan aura positif, yang akan melahirkan pikiran dan sikap ramah yang tenang dan menyejukkan, serta dapat meningkatkan iman dan imunitas diri dalam merefleksikan tindakan yang lebih santun dan beradab untuk menebarkan ajaran Islam yang rahmatan li al’alamin.

Jama’ah Sholat ‘Idul Fitri Yang Dimulyakan Allah

Dalam suasana pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman serius bagi warga DKI Jakarta dan kota-kota lain yang terdampak, yang kwantitasnya meningkat tajam dan banyak menelan korban, kita harus meningkatkan kewaspadaan selain wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi tindakan yang diyakini dapat menyebabkan terinfeksi penyakit, sebagai pengamalan dan menjaga lima tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams), yaitu Menjaga Jiwa, Agama, Akal, Harta, dan Keturunan.

Sementara bagi Umat Islam yang telah terinfeksi virus Corona atau kurang sehat, atau berada di kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai zona merah di mana sebaran pandemi Covid-19 belum bisa dikendalikan, Wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak menularkan kepada orang lain dan Haram melakukan aktifitas ibadah yang membuka peluang terjadinya penularan, misalnya: mengunjungi kerumunan di pasar, mall, café, termasuk menjauhi kerumunan di rumah ibadah. Selain itu, sementara tidak melakukan silaturrahmi secara fisik dan keliling kampung saling berkunjung untuk halal-bi halal. Kunjungan silaturrahmi untuk halal-bi halal seyogyanya hanya terbuka untuk keluarga inti (Bapak, isteri, dan anak) dan tidak terbuka untuk semua kaum muslimin dan muslimah yang tidak diketahui kondisi kesehatan para tamu. Gantinya, ucapan selamat Idul Fitri dan halal bi halal sementara cukup disampaikan lewat medsos.

 

 

Berita Lainnya

Play Podcast X