Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Fajr Hmaid, Gadis Gaza yang Ingin Jadi Guru

Jumat 22 May 2020 12:20 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Fajr Hmaid, Gadis Gaza yang Ingin Jadi Guru. Tampak anak anak Gaza sedang bermain. (ilustrasi)

Fajr Hmaid, Gadis Gaza yang Ingin Jadi Guru. Tampak anak anak Gaza sedang bermain. (ilustrasi)

Foto: Ali ali/EPA
Fajr ingin membantu warga Gaza menjadi berhasil.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Di sebuah gubuk kayu di Jalur Gaza, Fajr Hmaid (13 tahun) menjadi guru bagi teman-temannya. Ia memiliki kelas untuk anak-anak sekitar yang kehilangan kesempatan belajar sejak sekolah mereka ditutup pada Maret. Penyebabnya, tentu saja krisis virus corona. 

"Sekolah ditutup karena virus corona dan jika anak-anak dibiarkan di rumah terus, mereka akan bosan," kata Fajr yang kisahnya dimuat Reuters, Selasa (19/5).

Fajr mengajar bahasa Inggris, bahasa Arab, dan matematika untuk teman-temannya. Semula ia hanya memiliki empat murid. Belakangan, ia memiliki hingga 15 murid.

"Saya ingin mengajak mereka ke sini dan mengajari mereka," kata gadis berkerudung putih ini. 

"Saya ingin menjadi guru suatu saat nanti karena saya memiliki bakat untuk mengajari anak-anak. Wilayah kami adalah wilayah yang terpinggirkan, jadi saya ingin membuka pusat pendidikan sendiri dan membantu orang di masyarakat saya agar berjadi berhasil," katanya. 

Fjr pun menuturkan kisah seorang anak. "Ada salah satu murid kelas 1. Jika ia absen dan tak bersekolah sekian lama, tentu ia akan lupa cara memegang pulpen dan cara menulis," katanya.

Ayah Fajr, Bandar Hmaid, mengaku tak keberatan dengan aktivitas putrinya mengajar. "Saya bilang, baiklah. Tapi jangan berisik," pesannya. 

Menurut data Kementerian Pendidkan Gaza, ada 712 sekolah di Jalur Gaza. Selama krisis virus corona, para guru di Gaza juga beralih ke pengajaran online. Namun, tentu saja ada sejumlah keterbatasan. 

Gaza adalah wilayah seluas 375 kilometer per segi. Wilayah ini dblokade Mesir dan Israel sejak 2007, saat Hamas berkuasa di wilayah ini. Blokade ketat ini membuat orang kerap menjuluki Gaza sebagai penjara hidup. 

Berita pada 19 Mei menyebutkan, ada 20 warga Gaza yang dites positif Covid-19. Lalu lintas antara Gaza dengan dunia luar memang amat dibatasi ketat Mesir dan Israel. Siapapun yang masuk Gaza dalam beberapa bulan terakhir ini akan langsung dikarantina, untuk meminimalisir risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.     

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA