Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Volkswagen Minta Maaf Pasang Iklan Rasis

Jumat 22 May 2020 10:21 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Logo Volkswagen.

Logo Volkswagen.

Foto: EPA
Iklan VW memperlihatkan tangan wanita berkulit putih mendorong pria berkulit hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Volkswagen akhirnya meminta maaf karena memasang video iklan rasis untuk mempromosikan New Golf 8 pada akun Instagram resminya. Video yang sebelumnya sempat diunggah dalam Instagram story Volkswagen tersebut memperlihatkan tangan raksasa wanita berkulit putih mendorong pria berkulit hitam saat mendekati VW Golf yang bewarna kuning cerah.

Lelaki berkulit hitam tersebut didorong ke sebuah cafe bernama Petit Colon yang dapat dikatakan sebagai pemukiman kecil.

Kepala Penjualan dan Pemasaran VW Jurgen Stackmann mengakui sudah mengunggah iklan berbau rasis di saluran Instagram Volkswagen. Stackmann dan Ketua Kelompok Keanekaragaman Elke Heitmuller meminta maaf atas vido yang diunggah tersebut.

“Atas nama Volkswagen AG, kami meminta maaf kepada masyarakat luas untuk film ini. Dan kami meminta maaf secara khusus kepada mereka yang merasa secara pribadi terluka oleh konten rasis karena sejarah mereka sendiri,” kata Stackmann dikutip dari CNN, Jumat (22/5).

Produsen mobil terbesar di dunia itu juga meminta maaf dalam sebuah pernyataan terpisah. Volswagen memastikan tidak akan mentolerir segala bentuk rasisme, xenophobia, dan diskriminasi.

Stackmann dan Heitmuller menggambarkan video itu sebagai penghinaan bagi setiap orang. “Kami malu dan tidak bisa menjelaskan bagaimana hal itu terjadi. Semakin banyak alasan bagi kami untuk memastikan kami menyelesaikan ini. Dan kami akan membuat hasil dan konsekuensi dari penyelidikan publik,” jelas keduanya.

Poada 2017 juga muncul iklan yang menyamakan wanita dengan mobil bekas. Hal tersebut menimbulkan kemarah konsumen di Cina. Iklan yang hanya ditayangkan di Cina itu ternyata diproduksi oleh divisi mobil bekas perusahaan patungan Volkswagen di Cina dan pada akhirnya ditarik kembali.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA