Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Senat AS Batasi Pergerakan Perusahaan asal China

Jumat 22 May 2020 10:03 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Senat Amerika Serikat (AS)

Senat Amerika Serikat (AS)

Foto: EPA
Pembatasan ini menyusul terungkapnya skandal keuangan jaringan kedai kopi China.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senat Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan undang-undang yang dapat memblokir beberapa perusahaan China dari penjualan saham di bursa saham AS. Seperti dilansir dari laman BBC, Jumat (22/5) langkah ini akan mengharuskan perusahaan di luar negeri untuk mengikuti standar AS untuk audit dan peraturan keuangan lainnya.

Saat ini langkah itu telah disahkan oleh parlemen AS sebelum ditandatangani menjadi hukum oleh Presiden Trump. Alasan tersebut terjadi ketika ketegangan AS-China meningkat akibat pandemi virus dan setelah skandal laporan keuangan jaringan kedai kopi asal China, Luckin Coffee.

Undang-undang yang direncanakan juga akan mengharuskan perusahaan publik untuk mengungkapkan apakah mereka dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing. RUU ini berlaku untuk semua perusahaan asing, tetapi ditargetkan ke China, dan mengikuti kritik keras terhadap Beijing oleh Trump dan politisi AS lainnya.

Presiden Amerika Serikat Trump dan para pejabat di pemerintahannya berpendapat bahwa China salah menangani wabah Corona pada tahap awal. Wabah sekarang telah berkembang menjadi pandemi yang telah menewaskan hampir 330 ribu orang di seluruh dunia dan melumpuhkan ekonomi global.

Perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di bursa saham AS telah mengalami peningkatan pengawasan dalam beberapa pekan terakhir setelah Luckin Coffee mengungkapkan bahwa penyelidikan internal menemukan ratusan juta dolar AS penjualannya pada tahun lalu direkasaya.

Perusahaan mengatakan penyelidikan telah menemukan bahwa penjualan palsu dari kuartal kedua tahun lalu ke kuartal keempat berjumlah sekitar 2,2 miliar yuan (setara 310 juta dolar AS). Itu setara dengan sekitar 40 persen dari perkiraan penjualan tahunannya.

Terungkapnya skandal keuangan tersebut membuat manajemen Luckin Coffee memecat chief executive dan chief operating officer. Sementara enam karyawan lain yang diduga terlibat atau mengetahui tentang transaksi telah ditangguhkan atau diberhentikan.

Perusahaan yang dilanda skandal itu mengatakan telah bekerja sama dengan regulator di AS dan China, yang telah memulai penyelidikan terhadap perusahaan tersebut. Daftar Nasdaq Luckin telah menjadi salah satu dari sedikit debut sukses pasar saham AS di tahun 2019.

Pada hari Selasa Luckin mengatakan pertukaran Nasdaq telah memberitahukan perusahaan rencana untuk menghapuskannya karena kekhawatiran atas dugaan penjualan palsu dan kegagalan pengungkapan.  Sahamnya akan diperdagangkan di bursa sambil menunggu hasil banding, diharapkan dalam waktu 45 hari.

Saham perusahaan yang dilanda skandal, yang telah ditangguhkan sejak 7 April, anjlok lebih dari 35 persen setelah mereka melanjutkan perdagangan pada hari Rabu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA