Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Satu dari Enam Anak-anak Spanyol Alami Depresi

Jumat 22 May 2020 07:22 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Anak mengalami tekanan mental saat pandemi. Anak-anak yang berasal dari latar belakang tidak mampu lebih sering menangis. (ilustrasi).

Anak mengalami tekanan mental saat pandemi. Anak-anak yang berasal dari latar belakang tidak mampu lebih sering menangis. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Anak-anak yang berasal dari latar belakang tidak mampu lebih sering menangis

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Jajak pendapat Save the Children menemukan satu dari enam anak-anak di Spanyol mengalami depresi selama krisis virus corona. Mereka yang berasal dari latar belakang tidak mampu menjadi kelompok yang paling menderita.

Spanyol adalah salah satu negara yang menerapkan karantina nasional paling ketat di dunia. Demi memutus rantai penularan virus yang sudah menewaskan 28 ribu orang di negara itu, pemerintah Spanyol melarang anak-anak keluar rumah selama berminggu-minggu.

Save the Children mengatakan dalam jajak pendapat yang digelar dari April lalu menunjukkan karantina nasional memungkinkan banyak keluarga menikmati waktu bersama-sama. Tapi tetap 17 persen anak-anak mengalami depresi dan krisis ekonomi memicu kesenjangan yang lebih besar.

Sebanyak 32 persen anak-anak dari keluarga yang kekurangan kesulitan tidur. Sementara 31 persen hampir sepertiga anak-anak dari rumah tangga yang paling rentan takut terinfeksi Covid-19.

Jajak pendapat terhadap lebih dari 1.800 responden itu juga menemukan anak-anak dari keluarga miskin lebih sering menangis. Save the Children mengatakan satu dari empat keluarga paling rentan kehilangan pekerjaan atau penurunan pemasukan.

Kondisi ini meningkatkan ketegangan dan ketidakpastian masa depan anak-anak. Di beberapa kasus, keluarga-keluarga itu harus berbagi ruangan dengan orang asing demi meringankan biaya sewa.

"Terisolasi di flat yang sangat kecil bersama orang yang bukan bagian dari keluarga Anda sebenarnya berisiko karena keluarga-keluarga ini mengalami dua jenis tekanan. Mereka kehilangan pekerjaan sehingga mereka tidak bisa bekerja dan mereka terisolasi di tempat yang sangat kecil," kata kepada Save the Children Spanyol Andres Conde, Kamis (21/5).

Save the Children sudah mendesak pemerintah Spanyol untuk membantu keluarga-keluarga miskin. Caranya dengan mencukupi kebutuhan dasar mereka.

Pemerintah Spanyol berulang kali mengatakan tidak akan meninggalkan siapa pun. Mereka berencana memberikan pendapatan bulanan pada satu juta keluarga yang paling miskin.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA