Jumat 22 May 2020 04:42 WIB

Kasus Corona Terbesar di Jatim, Joni: Faktor Penumpang Udara

Gugus Tugas Jatim waspadai klaster pabrik rokok, pasar, dan lainnya.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi (kanan).
Foto: Antara
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat tambahan pasien positif di wilayah setempat hingga 21 Mei 2020, pukul 17.00 WIB, sebanyak 451 orang. Angka positif Covid-19 tersebut merupakan yang terbesar sejak diumumkan pemerintah.

"Selama ini memang tambahan pasien positif Covid-19 yang diumumkan hari ini paling banyak," ujar Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya, Kamis (22/5) malam.

Berdasarkan data, paling banyak tambahannya adalah dari pasien dalam pengawasan (PDP), serta klaster-klaster yang sudah ada sebelumnya, seperti pabrik rokok, pasar dan lainnya.

Tak itu saja, beberapa faktor adanya kasus baru juga mempengaruhi, salah satunya mobilitas penumpang udara yang tinggi setiap harinya.

Direktur utama RSUD dr Soetomo tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. "Ini adalah warning bahwa kita harus disiplin. Penyakit ini sangat berbahaya dan serius. Masyarakat dan pemerintah memang harus semakin disiplin," ucap Joni.

Dengan demikian, dari data data yang masuk ke Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jatim, total tambahannya mencapai 2.942 orang.

Sedangkan, berdasarkan data dari gugus tugas nasional, pada Kamis, tambahan kasus positif corona di Jatim mencapai 502 orang.

Menurut Joni, data yang dicatat Gugus Tugas Jatim masih 451 orang. Sedangkan 51 orang lainnya belum termasuk karena tim masih mencari domisili sang pasien. "Yang harus diketahui juga, jumlah kasus baru itu bukan tambahan pasien hari ini, tapi diumumkan hari ini," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement