Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Pangeran Arab Datang, Bruce Akui Masa Depannya Gelap

Jumat 22 May 2020 03:12 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Steve Bruce

Steve Bruce

Foto: EPA-EFE/LYNNE CAMERON
Bruce cemas karena kemungkinan akan didepak.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Manajer Newcastle United Steve Bruce mengaku masa depannya dihadapkan dengan tanda tanya besar setelah rencana pengambil alihan klub oleh investor Arab Saudi. Pangeran Arab, Mohammed bin Salman berencana mengakuisisi Newcastle.

Kesebelasan asal Upon Tyne, Inggris, Newcastle United diambang kepemilikan baru oleh konsursium Arab. Praktis, the Magpies akan mendapat modal besar untuk mendatangkan pemain pun pelatih papan atas.

Dalam rencana proyek baru itu, otomatis manajer Steve Bruce dinilai akan dilengserkan dari kursi pelatih St James' Park. Nama yang lebih mentereng dengan jam terbang tinggi di level atas kompetisi Eropa diyakini akan ditunjuk.

Menjawab segala hal tersebut Steve Bruce mengakui ia merasa cemas terkait masa depannya. Meski, akan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi Newcastle.

"Jika itu bagus untuk Newcastle, dan klub akan berusaha untuk bersaing dengan tim-tim papan atas, saya akan senang melihatnya dan saya ingin menjadi bagian dari itu. Saya berharap di situlah tempat itu," jelas Bruce kepada Geoff Shreeves dari Sky Sports, Kamis (21/5).

Meski tidak semengkilap Chelsea, Manchester United, dan Leicester City musim ini. Kiprah Newcastle di bawah Bruce bisa diakui cukup apik.

Dengan bermodal skuat seadanya the Magpies aman berada dari zona degradasi. Tepatnya peringkat 13 klasemen dengan perolehan angka 35.

"Manajemen, apakah Anda mengelola di divisi bawah atau tepat di puncak, ini tentang mendapatkan yang terbaik dari apa yang Anda miliki. Dan jika Anda bisa melakukan itu, saya akan mendukung diri saya untuk mendapatkan celah Saya yakin saya bisa melakukannya," sambung pria 59 tahun.

Selama menjalani karier sebagai juru taktik Bruce memang tak pernah menangani tim elit dan minim prestasi. Jadi, dengan banyak contoh klub baru yang dipimpin oleh investor kaya raya maka sudah pasti kursi pelatih akan diubah dengan mereka yang memiliki pengalaman lebih tinggi layaknya Carlo Ancelotti di PSG, dan Roberto Mancini pun Josep Guardiola bersama Manchester City.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA