Kamis 21 May 2020 19:53 WIB

BI Yogyakarta Tiadakan Layanan Kas Keliling

Penukaran uang hanya disediakan di kantor cabang utama bank umum DIY.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meniadakan layanan kas keliling untuk penukaran uang pecahan kecil menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meniadakan layanan kas keliling untuk penukaran uang pecahan kecil menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meniadakan layanan kas keliling untuk penukaran uang pecahan kecil menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah. Layanan penukaran uang hanya disediakan melalui loket di 37 Kantor Cabang Utama (KCU) bank umum yang telah ditunjuk di seluruh wilayah DIY.

"Bank Indonesia DIY mendukung penerapan social distancing yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan menghentikan sementara kegiatan yang melibatkan banyak interaksi sosial seperti kegiatan layanan kas keliling di dalam maupun luar kota," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis (21/5).

Baca Juga

Protokol kesehatan mulai dari penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, hingga penerapan physical distancing, kata Hilman, wajib diterapkan dalam layanan itu. "Kami telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat yang telah diterapkan pemerintah," kata dia.

Pada Ramadhan dan Lebaran 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Uang tunai yang terdiri atas uang pecahan besar (UPB) dan uang pecahan kecil (UPK) itu turun sebesar 50 persen dibandingkan persediaan pada periode Lebaran 2019.

"Uang tunai ini telah mulai didistribusikan. Pada 4 Mei sampai 12 Mei 2020 sejumlah Rp 703 miliar dan diperkirakan akan terus meningkat sampai dengan mendekati hari raya Idul Fitri," kata dia.

Khusus untuk UPK, kata Hilman, BI DIY menyediakan seluruhnya dengan kondisi baru belum pernah beredar di masyarakat atau biasa disebut hasil cetak sempurna (HCS). Sedangkan untuk UPB, Bank Indonesia menyiapkan stok dengan dua kondisi yaitu HCS dan Uang Layak Edar (ULE) eks peredaran di masyarakat yang sudah melalui proses karantina selama 14 hari dan diberikan disinfektan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

"Dalam mencegah perluasan penyebaran Covid-19, Bank Indonesia senantiasa mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard)," kata Hilman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement