Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Semua Rumah Sakit Umum di Mesir akan Sediakan Tes Covid-19

Kamis 21 May 2020 15:02 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

Ratusan rumah sakit umum di Mesir siapkan perawatan pasien Covid-19. Bendera Mesir

Ratusan rumah sakit umum di Mesir siapkan perawatan pasien Covid-19. Bendera Mesir

Ratusan rumah sakit umum di Mesir siapkan perawatan pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MESIR – Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed, mengatakan semua rumah sakit umum di Mesir akan menyediakan tes virus corona. Sehingga warga Mesir dapat mulai melakukan pengujian mulai 21 Mei 2020.  

Baca Juga

Lebih lanjut, Zayad menyampaikan ada 320 rumah sakit umum di Mesir yang akan menerima pasien yang menderita gejala Covid-19. 

Hal ini juga telah dia sampaikan dalam pertemuan kabinet pekanan pada Rabu kemarin yang dipimpin PM Mostafa Madbouly. 

Dia menyebutkan rumah sakit akan melakukan pemeriksaan klinis serta melakukan tes darah dan rontgen dada, dan jika hasil tes negatif, pasien akan diberhentikan dengan obat untuk gejalanya. 

“Jika tes kembali positif, tes PCR akan dilakukan dan kasus akan dievaluasi untuk menentukan apakah itu ringan, sedang atau berat," kata Menteri Zayed dilansir dari Ahram Online, Kamis (21/5). 

Zayed melanjutkan, pasien dengan gejala ringan akan diisolasi di rumah dan akan dibekali dengan masker, desinfektan dan beberapa obat-obatan. Penerapan sistem isolasi rumah untuk kasus-kasus ringan kata dia, sebenarnya sudah dimulai sejak 14 Mei 2020. "Pasien akan ditindaklanjuti dari jarak jauh melalui sistem elektronik baru," terangnya.

Kemudian pada kasus sedang, pasien akan dikirim ke hostel pemuda atau rumah sakit mahasiswa. Aturan ini pun telah diterapkan kementerian kesehatan sejak awal Mei. "Pada kasus-kasus parah, akan dibagi lagi menjadi tinggi, ekstrem dan kritis, (pasien) akan dikirim ke rumah sakit karantina," katanya.

Untuk diketahui, sejauh ini sebanyak 14.229 kasus virus corona terkonfirmasi di Mesir. Dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 680 orang dan pasien sembuh sebanyak 3.994 orang. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA