Contoh Rasulullah pada Hari-Hari Terakhir Ramadhan

Rep: Ali Yusuf/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Kamis 21 May 2020 09:38 WIB

Ilustrasi Lailatul Qadar Foto: Republika/mgrol101 Ilustrasi Lailatul Qadar

Bersungguh-sungguhlah beribadah pada malam-malam akhir Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, Meningkatkan aktivitas ibadah pada malam-malam pengujung Ramadhan juga dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apa yang dilakukan Ra sulullah SAW pada malam-malam itu tentu bisa menjadi teladan seka ligus panduan bagi kita.

Dalam riwayat Imam Muslim, Sayyidah 'Aisyah menceritakan ten tang tahajudnya Rasulullah SAW pada 10 malam terakhir Ramadhan. Menurut 'Aisyah, shalat tahajud Ra sulullah SAW pada saat Ramadhan tidak seperti tahajudnya di malam-malam lain.

Peneliti di Rumah Fiqih, Ustaz Ahmad Zarkasih Lc, mengatakan, dengan tahajud pada malam-malam biasa, Rasulullah layak mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar karena beliau berdirinya lama dengan bacaaan surah yang panjang. Dalam banyak ri wayat, Rasulullah SAW biasa mem baca surah al-Baqarah, juga Ali Imran.

"Dan Sayyidah 'Aisyah juga yang menyebut bahwa kalau shalat malam beliau sampai kakinya memar," kata Ustaz Zarkasih kepada Republika, belum lama ini.

Artinya, Rasulullah SAW ingin memberikan contoh bagaimana se ha rus nya seorang Muslim beribadah secara maksimal di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Selain itu, lanjut Ustaz Zarkasih, Rasulullah SAW juga mengajak ke luarganya untuk menghidupkan ma lam-malam akhir Ramadhan dengan ibadah sebagaimana yang beliau la kukan. Dalam sebuah hadis, Say yi dah 'Aisyah mengatakan, ketika masuk 10 malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW membangunkan keluarganya, dan beliau kuatkan ikat pinggangnya. "Maksudnya melakukan lebih da ri biasanya," ujar dia.

Pada siang hari, Ra sulullah SAW adalah orang yang paling banyak bersedekah di bulan Ra madhan. "Itu bisa berarti bahwa se dekah jauh lebih banyak dan baik ke tika masuk di 10 akhir Ramadhan," katanya.

Rasulullah SAW juga tidak per nah meninggalkan iktikaf di mas jid pada 10 malam terakhir Rama dhan. Na mun, Ustaz Zarkasih menekan kan, iktikaf bukanlah syarat untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Sebab, Lailatul Qadar tidak dikhususkan untuk mereka yang beriktikaf saja, siapa pun yang saat itu menghidup kan malamnya dengan ibadah.

Ketua Umum Pengurus Besar Pemuda al-Irsyad Ustaz Fahmi Bahreisy Lc mengajak setiap Muslim memanfaatkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan semaksimal mungkin. '"Dan tidak ada teladan yang paling baik bagi kita selain dari Rasulullah SAW dalam mengisi Ramadhan terutama di 10 hari terakhir," ujar dia.

Dalam sebuah hadis disebutkan, "Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir 'mengencang kan gamisnya', menghidupkan ma lam nya, dan membangunkan ke luarganya." (HR Bukhari). Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan, yang di maksud "mengencangkan gamis nya" adalah memisahkan diri dari istri-istri beliau.

Hal tersebut, menurut Ustaz Fahmi, menunjukkan betapa beliau sa ngat serius dan sungguh-sungguh menyikapi hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

Lantas, ibadah apakah yang se baik nya kita lakukan pada hari-hari tersebut? Seluruh bentuk ibadah seperti shalat, tilawah, zikir, munajat, dan terutama iktikaf. Jika saat ini tidak dapat melaksanakan iktikaf di masjid, bisa kita lakukan di rumah karena ada uzur.

"Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagai mana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat." (HR Bukhari, No 2.996).

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X