Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Sakit Saat Menstruasi, Mungkin Ini Penyebabnya

Jumat 22 May 2020 14:02 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari

Sakit perut karena menstruasi/Ilustrasi

Sakit perut karena menstruasi/Ilustrasi

Foto: Corbis.com
Penyebab pasti endometriosis belum juga diketahui.

REPUBLIKA.CO.ID, Endometriosis menyerang satu dari 10 wanita usia reproduksi di Inggris atau sekitar 1,5 juta orang. Penyakit ini, dapat menimbulkan rasa sakit selama dan setelah berhubungan seks atau menimbulkan masalah kesuburan.

Dilansir laman Huff Post, dibutuhkan rata-rata tujuh tahun bagi perempuan untuk mendapatkan diagnosis dari timbulnya gejala, menurut badan amal kesehatan Endometriosis Inggris.

Apa itu endometriosis?

Endometriosis adalah kondisi umum di mana jaringan seperti lapisan rahim ditemukan di luar rahim. Potongan-potongan jaringan ini dapat ditemukan di banyak area tubuh yang berbeda, tetapi paling sering ditemukan di ovarium, lapisan panggul, belakang rahim dan menutupi bagian atas vagina.

Penyebab pasti endometriosis tidak diketahui tetapi salah satu teori menyebutkan bahwa  lapisan rahim (endometrium) mengalir mundur melalui saluran tuba dan masuk ke perut, alih-alih meninggalkan tubuh sebagai suatu periode. Jaringan ini kemudian melekatkan diri pada organ panggul dan tumbuh.

 

Gejala endometriosis

Gejala endometriosis termasuk periode menyakitkan atau periode berat. Sebut saja rasa sakit di perut bagian bawah, panggul, atau punggung bagian bawah; rasa sakit selama dan setelah berhubungan seks; perdarahan di antara menstruasi dan kesulitan hamil.

Gejala lain yang kurang diketahui meliputi: kelelahan jangka panjang; ketidaknyamanan saat buang air kecil atau buang air besar; berdarah dari saluran belakang atau terdapat darah pada tinja dan batuk darah.

 

Diagnosis dan perawatan

Kondisi ini bisa sulit untuk didiagnosis karena gejala-gejala umum yang meliputi sakit perut dan menstruasi berat dan terkait kondisi lain. Selain itu, dalam beberapa kasus, perempuan yang menderita endometriosis mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.

Endometriosis dapat didiagnosis dengan laparoskopi, prosedur bedah yang memungkinkan ahli bedah untuk mengakses bagian dalam perut atau melalui pemindaian ultrasound yang sangat rinci. Untuk perawatan, biasanya menggabungkan campuran obat penghilang rasa sakit dan pengobatan hormon. Perawatan juga akan tergantung pada beberapa faktor seperti usia, gejala, keinginan untuk memiliki anak, maupun tentang perawatan sebelumnya.

Obat nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol juga bisa dipilih saat gejala menyerang pertama kali. Perawatan hormon, termasuk pil kontrasepsi oral kombinasi, adalah pilihan lain untuk membatasi atau menghentikan produksi estrogen dalam tubuh. Ini karena estrogen mendorong jaringan endometriosis untuk tumbuh dan luruh.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA