Rabu 20 May 2020 15:01 WIB

Pupuk Indonesia Dukung Program ATM Beras Kementan

ATM Pertanian Sikomandan baru difokuskan di wilayah Jabodetabek.

Mesin ATM beras atau ATM Pertanian Sikomandan.
Foto: istimewa
Mesin ATM beras atau ATM Pertanian Sikomandan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — PT Pupuk Indonesia (Persero) turut mendukung penyaluran bantuan beras bagi masyarakat terdampak Covid-19 melalui program ATM Pertanian Sikomandan yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) dan didukung TNI AD untuk pendistribusiannya.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan, dalam dua bulan ke depan, Pupuk Indonesia Grup akan menyalurkan sebanyak 750 ton beras premium melalui ATM Beras Sikomandan yang terletak di 10 Komando Distrik Militer (Kodim) TNI AD.

"Melalui program ini, Pupuk Indonesia bersama pemerintah serta TNI AD bermaksud ingin mempermudah kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak pandemi, termasuk guna meredam gejolak sosial dan harga pangan," kata Wijaya di Jakarta, Rabu (20/5).

Program penyaluran beras melalui ATM Pertanian Sikomandan ini bertujuan membantu masyarakat terdampak Covid-19 dalam memenuhi kebutuhan pokok, yakni beras.

Untuk sementara ini, ATM Pertanian Sikomandan baru difokuskan di wilayah Jabodetabek, dengan melibatkan 10 kodim. Pemilihan wilayah Jabodetabek oleh Kementan, dikarenakan Jabodetabek merupakan zona merah pusat penyebaran virus corona.

Sebanyak 10 unit kodimitu yakni Kodim 0501 Jakarta Pusat, Kodim 0505 Jakarta Timur, Kodim 0502 Jakarta Utara, Kodim 0503 Jakarta Barat, Kodim 0504 Jakarta Selatan, Kodim 0606 Kota Bogor, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Kodim 0507 Bekasi, Kodim 0506 Tangerang, dan Kodim 0508 Depok.

Setiap harinya, masing-masing kodim akan menyalurkan kepada 1.000 orang yang telah terdata sebagai penerima, dan per orang berhak mendapatkan 1,5 kg beras.

"Dengan total bantuan sebanyak 750 ton beras yang disalurkan selama dua bulan tersebut, Pupuk Indonesia Grup menargetkan dapat menyalurkan sekitar 500 ribu kantong yang masing-masingnya berisikan 1,5 kg beras kepada masyarakat terdampak pandemi," kata Wijaya.

Ia pun memastikan, beras premium yang diberikan memiliki kualitas yang baik, sehingga layak dikonsumsi masyarakat, sebagaimana yang dimandatkan oleh Kementan.

"Kami berkomitmen mendukung program tersebut dengan pasokan beras premium berkualitas baik yang diproduksi sendiri oleh anak perusahaan Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP)," kata Wijaya.

Mesin ATM beras tersebut sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh Kementan melalui Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

Adapun kriteria masyarakat penerima ditentukan oleh Kementan, kemudian kodim yang akan mendata hingga mengonfirmasi ke kelurahan dan kecamatan setempat. Selain Pupuk Indonesia, pasokan bantuan beras periode April-Mei juga telah didukung oleh BNI dan BRI.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement