Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Sekolah di Korsel Kembali Dibuka Bertahap

Rabu 20 May 2020 14:47 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Sekolah di Korsel akan dibuka bertahap antara 20 Mei dan 1 Juni

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - SMA di Korea Selatan (Korsel) dibuka pada Rabu (20/5) untuk pertama kalinya tahun ini. Para siswa senior diwajibkan mengenakan masker.

Negara tersebut melakukan rencana bertahap untuk membuka kembali semua sekolah di bawah protokol ketat untuk mencegah penyebaran virus corona baru. Awal semester musim semi telah ditunda beberapa kali sejak Maret ketika Korsel melawan wabah besar Covid-19 pertama di luar China, dengan kelas diadakan secara daring.

Tetapi dengan kasus Covid-19 harian turun tajam sejak puncak pada Februari, para guru dengan termometer dan hand sanitizer menyambut para siswa senior dengan masker di sekolah menengah mereka pada hari Rabu. "Sekolah telah dengan cemas menunggu kalian semua siswa selama tiga bulan terakhir," kata Cho Hee-yeon, pengawas Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul, mengatakan kepada siswa di pintu masuk sekolah menengah.

"Mulai sekarang, kita memasuki fase penting di mana kita perlu berhasil dalam penelitian dan pencegahan (virus corona),” tambahnya.

Beberapa siswa merangkul bahu teman-teman mereka, tetapi para guru menyuruh mereka menjaga jarak. Kontraktor sanitasi swasta dengan sepeda motor bolak-balik menyemprotkan disinfektan.

Di bawah pedoman kesehatan baru untuk sekolah, siswa dan guru harus mengenakan masker kecuali saat makan dan diminta untuk membersihkan meja mereka. Jendela akan terbuka untuk meningkatkan aliran udara dan meja berjarak satu meter terpisah.

Dimulai dari jenjang SMA, sekolah akan dibuka kembali secara bertahap antara 20 Mei dan 1 Juni untuk semua 5,5 juta siswa sekolah dasar, menengah, dan tinggi. Kementerian pendidikan melacak apakah guru atau siswa mengalami demam menggunakan sistem diagnostik mandiri daring.

Siapa pun dengan suhu di atas 37,5 derajat Celcius harus tinggal di rumah. Jika ada siswa yang dinyatakan positif terkena virus, seluruh sekolah akan beralih ke kelas daring hingga dianggap aman bagi siswa untuk kembali.

Korsel melaporkan 32 kasus baru pada Selasa (19/5) tengah malam. Ini  menjadikan penghitungan nasional menjadi 11.110, dengan 263 kematian.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA