Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Arab Saudi Melonjak

Rabu 20 May 2020 06:26 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Andi Nur Aminah

Jamaah dengan jumlah terbatas melaksanakan shalat dengan menjaga jarak di Masjidil Haram, Makkah.

Jamaah dengan jumlah terbatas melaksanakan shalat dengan menjaga jarak di Masjidil Haram, Makkah.

Foto: Saudi Press Agency/Handout via Reuters
Dalam 24 jam terakhir, setidaknya ada 2.886 pasien di Arab Saudi dalam pemulihan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Kesehatan Arab Saudi kembali melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien sembuh Covid-19. Dalam 24 jam terakhir, setidaknya ada 2.886 pemulihan sehingga total pasien sembuh menjadi 31.634 orang.

Berdasarkan statistik, jumlah pasien sembuh itu telah mencakup lebih dari 50 persen total pasien infeksi Covid-19 di Saudi. Meski nyatanya ada banyak pasien sembuh, Saudi juga mencatatkan pertambahan pasien positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Jumlah 2.509 pasien baru itu membuat total pasien terinfeksi di Saudi menjadi 59.854 kasus. Namun demikian, dikutip Saudigazzete, Rabu (20/5), jumlah itu juga didasarkan pada 16.140 tes dalam sehari.

Baca Juga

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr Muhammad al-Abdel Ali, dalam sehari terakhir juga ada sembilan kematian baru. Dengan demikian, jumlah itu meningkatkan angka kematian di kerajaan menjadi 329 orang. Angka ini ia nilai masih sangat rendah.

Dari kasus-kasus yang baru terdeteksi, 26 persen di antaranya adalah perempuan dan 74 persen laki-laki. Al-Abdel menambahkan, 35 persen dari kasus baru itu merupakan warga negara Saudi, sementara 65 persen sisanya adalah warga negara lain.

Dalam kasus baru itu, Riyadh dengan 730 kasus menduduki puncak daftar. Riyadh diikuti oleh Jeddah dengan 526 kasus, Makkah dengan 385, Madinah dengan 296, dan Hufof dengan 117.  Ada 87 infeksi di Dammam, 36 di Jubail, 19 di Dhahran, 18 di Hazm al-Jalameed, 16 masing-masing di Qatif dan Tabuk, 12 masing-masing di Buraidah dan Shagran, serta 10 di al-Kharj. Sisanya sekitar 120 kasus dicatat di kota-kota dan provinsi-provinsi di sekitar kerajaan, menurut juru bicara itu. 

Secara terpisah, Menteri Kesehatan Saudi, al-Rabiah, sebelumnya juga telah memperingatkan jumlah kasus di wilayah Kerajaan Saudi bisa mencapai 200 ribu orang. Jumlah itu ia nilai berdasarkan empat studi berbeda yang dilakukan para ahli Saudi dan asing. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA