Dewan Tertinggi Islam Nigeria Serukan Rukyat Hilal Syawal

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

 Selasa 19 May 2020 22:39 WIB

Rukyat atau pengamatan hilal dilakukan rutin d Nigeria. Ilustrasi rukyat hilal. Foto: Antara/Saiful Bahri Rukyat atau pengamatan hilal dilakukan rutin d Nigeria. Ilustrasi rukyat hilal.

Rukyat atau pengamatan hilal dilakukan rutin d Nigeria.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA – Dewan Tertinggi Nigeria untuk Urusan Islam (NSCIA) meminta Muslim di seluruh negeri untuk memantau hilal Syawal sejak Jumat (22/5).  

Dilansir di vanguardngr.com, Selasa (19/5) ini terkandung dalam pernyataan oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Prof Salisu Shehu di Abuja. 

Badan yang menaungi umat Islam  di Nigeria ini memberikan sambutan bahwa Muslim Nigeria telah melalui Ramadhan tahun 1441 H dan berdoa kepada Allah yang Mahakuasa untuk memberi mereka kesempatan untuk menyaksikan Ramadhan lain dalam keadaan sehat.  

Baca Juga

Mengikuti saran dari National Moon Sighting Committee (NMSC) bahwa Jumat (22/5) atau memasuki Ramadhan hari ke-29, 1441 H adalah hari pertama untuk mencari hilal Syawal 1441 H.  

"Namun, pada hari itu, bulan akan terbenam beberapa menit sebelum matahari, yang membuat penampakan bulan sabit praktis tidak mungkin. Meskipun demikian, presiden jenderal NSCIA sesuai dengan Sunnah Nabi (SAW) memerintahkan Muslim Nigeria untuk mencari bulan sabit Syawal 1441 H, segera setelah matahari terbenam pada Jumat (22/5) bertepatan dengan Ramadhan hari ke-29, 1441 AH,” kata dia.  

Dia memerintahkan umat Muslim di seluruh negeri untuk memperhatikan pengumuman oleh Presiden Jenderal NSCIA, Alh  Muhammad Saad Abubakar tentang berakhirnya puasa Ramadhan 2020. 

Dia juga mengingatkan umat tentang perlunya membayar Zakat Fitrah dengan niat mengangkat hati anggota masyarakat yang miskin.

Dewan mendesak semua untuk memastikan pengirimannya kepada penerima yang tepat yaitu orang miskin dan menjaga adanya pengalihan dengan agen atau perantara apa pun. 

Sultan mengatakan selain pemimpin Islam tradisional dan mapan di masing-masing daerah, anggota Komite Penelusuran Bulan Nasional yang dapat dihubungi untuk melaporkan penampakan hilal Syawal yang kredibel.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X