Selasa 19 May 2020 21:19 WIB

Telkom Siapkan Pusat Informasi Dampak Psikologis Pandemi

Pusat informasi Telkom ini melibatkan 163 orang psikolog.

Telkom mengembangkan pusat informasi terpadu untuk penanganan dampak psikologis pandemi Covid-19.
Foto: Telkom
Telkom mengembangkan pusat informasi terpadu untuk penanganan dampak psikologis pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telkom Indonesia Tbk melalui anak usahanya Infomedia mengembangkan pusat informasi terpadu (call center) Sehat Jiwa Nasional (SEJIWA) di nomor 119 ext 8. Pusat informasi terpadu ini untuk membantu pemerintah dalam memberikan layanan kepada publik terkait dampak psikologis dari pandemi Covid-19.

Pengoperasian call center SEJIWA bekerja sama dengan sukarelawan ahli dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melibatkan 163 orang psikolog untuk memberikan pendampingan dalam upaya meminimalisasi dampak psikologis Covid-19 di masyarakat.

Baca Juga

“Layanan pusat informasi terpadu emergency call center ini diharapkan dapat membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat di masa yang sulit seperti saat ini”, kata Direktur Enterprise Business Service Telkom Bogi Witjaksono, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5).

Call center yang diluncurkan akhir April 2020 itu, melayani tiga langkah penanganan psikologis, yaitu edukasi publik, konsultasi awal kejiwaan, dan pendampingan oleh tenaga ahli. “Saat ini SEJIWA telah melayani lebih dari 5 ribu call dari sejak awal diluncurkan,” kata Bogi.

Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian kominfo, dan Kementerian PPPA mengapresiasi langkah Telkom dan HIMPSI dalam peluncurkan layanan yang mendapat banyak respon positif dari masyarakat ini.

“Dengan kemudahan informasi dan komunikasi yang akurat dari pemerintah melalui Corona Crisis Center 119, masyarakat dapat lebih tenang, tidak panik, dan tetap semangat beraktifitas. Bersama Indonesia Bisa Lawan Corona,” ujar Bogi.

Infomedia juga mengembangkan layanan pusat informasi terpadu (call center) kegawatdaruratan 119 "Corona Crisis Center 119" dalam merespons kebutuhan pemerintah dan masyarakat atas meluasnya dampak COVID-19 di Indonesia.

Diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan, layanan Call Center 119 yang awalnya difungsikan untuk merespon berbagai permasalahan dan kegawatdaruratan medis, kini telah terintegrasi dengan 99 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

"Corona Crisis Center 119” melayani kebutuhan informasi, pengaduan, permintaan penanganan COVID- 19, hingga ke pusat penanganan khusus pasien terindikasi COVID-19 di Wisma Atlet,” kata Direktur Utama Infomedia Niam Dzikri.

Tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi penanganan dan pengaduan terkait kasus COVID-19 ini mengakibatkan melonjaknya jumlah trafik yang masuk melalui call center 119.

“Saat ini terdapat 6.200 panggilan per hari, meningkat dari sebelumnya hanya sekitar 3.900 call per hari. Untuk memastikan kualitas layanan, seluruh relawan petugas call center mendapat pelatihan dari TelkomGroup,” ujarnya.

Memenuhi gap lonjakan trafik tersebut, Infomedia juga menangani operasional call center 119 saat ini telah mendapatkan bantuan agen dari tim relawan mahasiswa, TNI serta POLRI.

Niam menambahkan penanganan yang diperlukan masyarakat tidak hanya terkait permasalahan medis, tetapi juga dampak yang lebih luas bagi psikologis, seperti adanya gangguan kecemasan dan ketakutan berlebih yang memerlukan penanganan ahli.

Saat ini Telkom Group telah mengoperasikan empat line khusus untuk emergency public services, yaitu melalui nomor akses 110 yang dikelola langsung mabes Polri, 112 yang dikelola langsung di bawah Kementerian Kominfo, nomor akses 117 untuk pelayanan darurat yang digunakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tentunya call center kegawatdaruratan terpadu 119.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement